Logo Header Antaranews Kalteng

Kepala puskesmas Seruyan tewas seketika usai laka lantas

Sabtu, 12 Mei 2018 22:34 WIB
Image Print
Tabrakan,tabrakan mobil,kecelakaan lalulintas (ANTARA-News/Grafis) (Istimewa)

Kuala Pembuang (Antaranews kalteng) - Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Asam Baru di Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah tewas usai terlibat kecelakaan lalu lintas dengan truk pengangkut minyak kelapa sawit.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan penghubung Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, tepatnya Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 130 Desa Derangga Kecamatan Hanau, Sabtu (12/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Siang itu, Kepala Puskesmas Asam Baru, Muyadi yang mengendarai mobil Toyota Rush B 1113 UYL seorang diri melaju dari arah Sampit menuju Pangkalan Bun.

Setibanya Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 130 Desa Derangga, mobil yang dikendarai Mulyadi tiba-tiba hilang kendali dan oleng ke sebelah kanan.

Disaat yang bersamaan dan dari arah berlawanan melintas mobil truk tangki Hino KH 9879 GU yang dikendarai Motanus Meak Kleruk beserta tiga penumpang lainnya.

Karena jarak yang sudah dekat, akhirnya tabrakan pada bagian depan kedua kendaraan tidak bisa dihindarkan lagi.

Usai kecelakaan tersebut Kepala Puskesmas Asam Baru, Mulyadi tewas di tempat karena mengalami luka parah.

Sementara pengendara truk, Motanus Meak Kleruk yang juga mengalami luka berat masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit untuk menjalani perawatan intensif.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Seruyan AKP Budiono mengatakan, tidak lama usai kejadian, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan itu disebabkan karena kurangnya kehati-hatian pengendara mobil Toyota Rush, ditambah lagi saat itu sedang hujan hingga menyebabkan jalan menjadi licin.

"Olah tempat kejadian perkara sudah dilakukan, meski demikian kita masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologis kejadiannya seperti apa," katanya.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026