Logo Header Antaranews Kalteng

Nahas, mahasiswi di Palangka Raya tewas usai tabrak tronton mogok

Senin, 16 Februari 2026 17:58 WIB
Image Print
Kondisi korban dan sepeda motornya, pada saat hendak dievakuasi dari lokasi kejadian, di Jalan Tjilik Riwut kilometer 15,5 Kota Palangka Raya, Minggu (15/2/2026). ANTARA/HO-Satlantas Polresta Palangka Raya.

Palangka Raya (ANTARA) - Seorang mahasiswi berinisial TR (19) meninggal dunia usai sepeda motor yang dikendarainya menabrak tronton yang mogok, di Jalan Tjilik Riwut kilometer 15,5, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/2) malam.

"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas ganda antara pengendara roda dua dan tronton, yang menyebabkan korbannya meninggal dunia," kata Kasat Lantas Polresta Palangka Raya, Kompol Egidio Sumilat, Senin.

Dia mengungkapkan, peristiwa berawal pada saat tronton bernomor polisi B 9444 FYW yang dikemudikan Eko Budiono melintas dari arah Tangkiling menuju Bundaran Besar Kota Palangka Raya.

Setibanya di lokasi kejadian, tronton mengalami kerusakan sehingga pengemudi berusaha menepi untuk memperbaiki kondisi tronton.

"Namun pada saat meminggirkan tronton itu, bagian ekor dari badan mobil sebelah kanan belakang masih berada di badan jalan," ucapnya.

Egidio melanjutkan, tak berselang lama korban melaju dari arah Tangkiling menuju Bundaran Besar, menggunakan sepeda motornya Honda Revo bernomor polisi Pol KH 2220 YV.

Akibat jarak yang sudah dekat dan kurangnya penerangan serta tanda peringatan dari tronton tersebut, sehingga korban menabrak bagian belakang sebelah kanan mobil tronton tersebut.

"Akibat dari kejadian tersebut, untuk sepeda motor mengalamin kerusakan materil dan untuk korban meninggal dunia di tempat terjadinya kecelakaan," ujarnya.

Pihaknya kemudian melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara, dengan menghimpun keterangan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Egidio mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada pada saat berkendara di jalan raya, serta memperhatikan kondisi di sekitar.

"Penting juga bagi pengendara yang mengalami kerusakan kendaraan di jalan raya, untuk memasang rambu-rambu atau penanda yang dapat dilihat pengguna jalan lain," demikian Egidio.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026