IMF: Tarif AS rusak sistem perdagangan global

id IMF,Lagarde,perang dagang,tarif Trump

Christine Lagarde, Direktur Pelaksana dan Ketua Dana Moneter Internasional, memberikan pidato saat forum tingkat tinggi mengenai hutang di Kementerian Keuangan di Paris, Prancis, Selasa (7/5/2019). (REUTERS/BENOIT TESSIER)

Washington (ANTARA) - Peningkatan tarif impor dan langkah-langkah lain yang diambil oleh Washington "merusak sistem perdagangan global," meningkatkan pembatasan perdagangan barang dan jasa, serta menggerakkan siklus respons perdagangan pembalasan, Dana Moneter Internasional (Dana Moneter Internasional) ( IMF) mengatakan pada Kamis (6/6/2019).

"Langkah-langkah tarif kemungkinan tidak akan efektif dalam mengatasi defisit perdagangan bilateral dan akan merusak AS serta ekonomi makro global," kata IMF dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri konsultasi Pasal IV tahunannya untuk meninjau ekonomi AS.

"Daripada memperluas hambatan tarif dan non-tarif, AS dan mitra dagangnya harus bekerja secara konstruktif untuk mengatasi distorsi dalam sistem perdagangan," kata IMF, seraya menambahkan bahwa "sangat penting" bahwa ketegangan perdagangan AS-China "cepat diselesaikan" melalui perjanjian komprehensif yang memperkuat sistem internasional.

"AS akan mendapatkan keuntungan dengan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang berdasarkan pada peraturan," kata pemberi pinjaman internasional yang berbasis di Washington itu.

Christine Lagarde, direktur pelaksana IMF, mengatakan pada konferensi pers Kamis (6/6/2019) bahwa ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya "mewakili ancaman terhadap pandangan global" dan "menciptakan dampak negatif penting" kepada negara lain.

"Agar ekonomi global berfungsi dengan baik, ia harus dapat mengandalkan sistem perdagangan internasional berbasis aturan yang lebih terbuka, lebih stabil, dan lebih transparan," kata Lagarde. "Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, tidak ada yang memenangkan perang dagang."

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar