Dua warga Sukamara alami cidera usai tersambar petir

id Pemkab sukamara, sukamara, warga sambar petir, cuaca ekstrem, pantai lunci, bmkg, desa sungai cabang barat

Dua warga Sukamara alami cidera usai tersambar petir

Kondisi peralatan elektronik di rumah Rendy hancur akibat tersambar petir di Desa Sungai Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci, Rabu, (6/5/2020). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Sukamara (ANTARA) - Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sukamara, Kalimantan Tengah Riyandi menyampaikan, dua warga di Desa Sungai Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci, terluka akibat sambaran petir.

“Kejadiannya Rabu (6/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu kondisi sedang hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Rumah yang terkena sambar petir adalah milik Rendi di RT 12, sedangkan yang menjadi korban adalah istrinya bernama Yusiana (23) dan adik iparnya bernama Rusmiyuna (12),” katanya di Sukamara, Kamis.

Menurutnya, saat kejadian tersebut, kedua korban mengalami cidera dengan keram di seluruh tubuh. Keduanya, segera dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan secara intensif. Selama dilakukan perawatan, kedua korban berhasil diselamatkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kondisi keduanya saat ini sudah mulai membaik, tidak ada luka yang fatal, hanya terdapat luka pada bagian kaki, namun kondisi rumah maupun peralatan elektroniknya rusak parah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara Syarif Hidayat mengimbau, supaya masyarakat berhati-hati dan waspada saat kondisi cuaca ekstrem saat ini.

“Cuaca saat ini masih dipengaruhi oleh musim pancaroba. Dimana dari musim hujan ke musim kemarau, prakiraan cuaca dari BMKG, bahkan masih memperingatkan potensi banjir dan longsor di daerah tertentu di Indonesia,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dikarenakan sifat cuaca yang sangat tidak menentu dan sulit diprediksi, maka pihaknya mengimbau masyarakat khususnya di daerah pesisir yang memang sering mengalami musibah atau kecelakaan akibat cuaca, agar lebih berhati-hati.

Wilayah pesisir memang sangat rentan terhadap cuaca ekstrem seperti sambaran dan induksi petir. Oleh karenanya, apabila terjadi hujan dengan angin kencang, agar mencabut aliran listrik yang terhubung ke perangkat elektronik.

Selain itu, guna menangkal ataupun mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, jika memungkinkan disarankan memasang perangkat anti petir di rumah masing-masing.

“Bisa pasang penangkal petir, minta petugas PLN untuk mendampingi saat melakukan perakitan sendiri,” katanya menjelaskan.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar