
Duta petani milenial dukung program menanam cabai Gubernur Kalteng

Palangka Raya (ANTARA) - Duta Petani Milenial/Andalan (DPM/A) Kalimantan Tengah mendukung penuh adanya program penanam cabai dan bawang merah, yang digagas Gubernur Sugianto Sabran di jalan Cilik Riwut Km.38 Kota Palangka Raya.
Program penanam itu bukan hanya mengendalikan inflasi namun juga membantu para petani yang saat ini sedang dihadapkan pada cuaca sangat ekstrem, kata Koordinator DPM/A Kalteng Yahrian melalui Sekretaris Wilayah Asep Eka Dwi Sunandar melalui rilis diterima di Palangka Raya, Senin.
"Cuaca ekstrem ini dapat menyebabkan resiko gagal panen tanaman cabai dan bawang merah relatif tinggi. Jadi, adanya program menanam cabai dan bawang dari gubernur itu, setidaknya bisa membantu meminimalisir terjadinya kegagalan," ucapnya.
Mengenai bentuk dukungan, lanjut Asep, DPM/A Kalteng telah menginstruksikan kepada seluruh Duta Petani Milenial yg tersebar di berbagai kabupaten/kota di provinsi ini, agar turut serta melakukan penanaman Cabe, Bawang Merah, dan komoditas lainnya yang bisa menyebabkan atau menjadi penyumbang inflasi di wilayah ini.
Korwil DPM/A Kalteng, juga menganjurkan para petani Milenial di Kalteng untuk melakukan sistem pertanian terpadu, misalnya, penanaman cabe sekaligus dengan beternak unggas, kambing atau sapi. Sebab, masalah utama pertanian yang ada di Kalteng ini adalah minimnya pupuk kandang, sehingga dengan beternak, petani bisa menekan biaya pupuk kandang.
"Kami yakin jika petani milenial ini melakukan usaha2 tersebut, maka nanti akan mudah untuk mencari modal. Karena memang pada dasarnya para perbankan juga didorong untuk membantu permodalan petani," demikian Asep.
Baca juga: Pemprov Kalteng laksanakan 'Gertam Babe Berkah' kendalikan inflasi
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, dilaksanakan aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (Gertam Babe) Berkah di lahan dengan luasan sekitar 30 hektare, di Jalan Tjilik Riwut Km 38 Kota Palangka Raya, sebagai program jangka pendek dan menengah dari pemerintah provinsi dalam upaya pengendalian maupun mitigasi dampak inflasi.
Sedangkan jangka panjang, lanjut dia, telah diinstruksikan kepada bupati dan wali kota di provinsi ini, agar menganggarkan secara khusus membangun ketahanan pangan di masing-masing daerah.
"Membangun ketahanan pangan tersebut sangatlah penting untuk dilakukan, sebab bersama-sama semua pihak harus belajar dari inflasi yang terjadi saat ini, sehingga harus memastikan langkah-langkah yang dilakukan," kata Sugianto.
Baca juga: Pemkab Gumas siapkan subsidi pengembangan cabai rawit
Baca juga: Pj Bupati: Perkuat sinergi dan saling dukung mengendalikan inflasi
Baca juga: Artikel - Mengendalikan 'pedasnya' harga cabai pemicu inflasi
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
