
Warga binaan Lapas Sampit dilatih membuat pakan ikan

Sampit (ANTARA) - Sebanyak 20 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diberi pelatihan cara membuat pakan ikan air tawar.
"Kemampuan pembuatan pakan ikan ini sangat penting karena dengan kemampuan ini nantinya dalam hal penyediaan pakan ikan dapat dibuat sendiri atau mandiri dan tidak tergantung pada pasar," kata Kepala Lapas Sampit Agung Supriyanto saat membuka kegiatan, Senin.
Pembukaan pelatihan perikanan ini ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pemberian buku materi oleh instruktur dari Dinas Perikanan kepada salah satu perwakilan peserta pelatihan.
Pelatihan pembuatan pakan ikan ini adalah bentuk pelatihan kelanjutan dari pelatihan perikanan sebelumnya dengan materi budi daya dan pembesaran ikan air tawar yang juga dilaksanakan di Lapas Sampit.
Menurut Agung, pelatihan ini merupakan bagian upaya memberikan bekal keterampilan kerja kepada WBP. Harapannya, kemampuan yang didapat akan menjadi modal bagi mereka untuk mulai membuka usaha setelah bebas nanti sehingga bisa hidup lebih baik, bahkan mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Baca juga: Bupati Kotim: Perlu dua penyeberangan mobil percepat perekonomian kawasan seberang
Untuk itu Lapas Sampit sangat berterima kasih kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur yang selama ini telah membantu Lapas Sampit dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi para WBP.
"Saya sangat berharap kepada seluruh peserta pelatihan untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan ilmu yang berguna kelak menjadi insan yang berkualitas, produktif, mandiri serta berguna bagi diri, keluarga, bangsa dan negara," ujar Agung.
Sementara itu, Baktiar yang mewakili Kepala Dinas Perikanan mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung berbagai program pembinaan yang dilaksanakan oleh Lapas Sampit, khususnya pembinaan keterampilan dalam bidang perikanan
"Kolaborasi Dinas Perikanan Kotim dengan Lapas Sampit telah terjalin dengan baik selama ini dan seperti biasanya kami akan memberikan materi baik teori maupun praktek, penilaian atas kemampuan peserta dan selanjutnya bagi yang kami nyatakan lulus dalam pelatihan ini akan kami keluarkan sertifikat bukti kelulusan" demikian Baktiar.
Baca juga: Ruko di Sampit terbakar saat direnovasi
Baca juga: Pemkab Kotim dukung mahasiswa kembangkan peternakan
Baca juga: Bupati Kotim berharap program tol sungai mampu mengurangi potensi banjir
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
