Nikah massal di daerah ini habiskan miliaran rupiah tanpa APBD

id Nikah massal,surabaya

Nikah massal di daerah ini habiskan miliaran rupiah tanpa APBD

Foto Arsip - Pasangan suami istri berusia lanjut mengikuti nikah massal yang digelar Pemkot Surabaya di Gedung Convention Hall Arif Rahman Hakim, Kota Surabaya, Kamis (23/12/2021). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya Eddy Christijanto menyebut nikah massal yang digelar di Kota Pahlawan, Jawa Timur, menghabiskan miliaran rupiah tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Kegiatan bukan berasal dari APBD, tapi kami bersinergi dengan para pengusaha jasa pernikahan di Surabaya. Mereka bergotong-royong membantu dalam mengemas kegiatan acara," katanya dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya, dan Pengadilan Agama Surabaya segera melangsungkan kegiatan Isbat Nikah Massal di Surabaya pada 19 September 2023. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh 225 pasangan.

Eddy menyampaikan, bahwa pelaksanaan Isbat Nikah Massal merupakan salah satu wujud Layanan Online dan Terpadu melalui One Gate System (Lontong Kupang), yakni mengesahkan perkawinan secara hukum. Sebab, sebelumnya, para pasangan tersebut belum mencatatkan perkawinan secara sah menurut negara, hanya secara sah menurut agama.

Baca juga: Ratusan pasangan daftar nikah massal di Surabaya

Baca juga: Pemerintah apresiasi gebyar nikah massal di UPK PBB Setu Babakan


"Kami ingin memastikan dan memulihkan hak kewarganegaraan, mereka yang ikut adalah yang sudah menikah secara agama tetapi belum tercatatkan di negara. Sehingga dampaknya, anaknya hingga cucunya tidak memiliki dokumen kependudukan. Maka kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa ketika melangsungkan pernikahan harus secara sah menurut agama dan negara," ucapnya.

Pasangan tertua dalam gelaran Isbat Nikah Massal tersebut, kata dia, dimana usia tertua pasangan laki-laki adalah 77 tahun dan pasangan perempuan berusia 68 tahun. Keduanya bahkan telah dianugerahi 4 anak dan 11 cucu.

Selain itu, gelaran tersebut didominasi oleh 31 pasangan dari Kecamatan Semampir, 20 pasangan dari Kecamatan Asemrowo, dan 15 pasangan dari Kecamatan Bubutan.

"Target kami di tahun depan adalah 500 pasangan dengan harapan didominasi oleh para pengantin baru. Jadi tidak hanya pasangan yang sudah berumur karena dengan program Lontong Kupang ini semua layanan telah terintegrasi," ujarnya.

Eddy menjelaskan, pelaksanaan Isbat Nikah Massal adalah menikahkan para pasangan dengan dua kategori yakni, 217 pasangan isbat nikah, serta 8 pasangan baru yang akan menikah.

Dimana, Pemkot Surabaya akan membantu dalam pengurusan buku nikah, perubahan dokumen kependudukan, dan menerbitkan dokumen resmi kependudukan bagi anak-anak hingga cucu para pasangan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Surabaya Malik Atmaja mengatakan, bahwa mereka terinspirasi dengan para pengusaha besar yang kerap memberikan CSR bagi warga Kota Surabaya.

Untuk itu, ia bersama rekan-rekan pengusaha jasa pernikahan ingin membantu warga Kota Pahlawan seperti memberikan layanan pernikahan massal bagi masyarakat Surabaya.

"Sampai saat ini vendor yang telah mendukung berjumlah 320 dan masih akan bertambah lagi, mereka adalah grade A semua. Karena ada 225 pasangan maka ada 225 perias, dekorasinya gabungan semua, dan ada musik orkestra juga. Jadi layaknya seperti pernikahan artis. Kami menjamin bahwa pernikahan massal ini menjadi pernikahan termewah di Indonesia," kata Malik.

Ia menjelaskan, tahun 2022 lalu, pihaknya turut mendukung Isbat Nikah Massal yang digelar oleh Pemkot Surabaya dengan menghabiskan estimasi anggaran senilai Rp4 miliar hingga Rp5 miliar. Begitu pula tahun ini, pihaknya juga akan memberikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya.

"Ini bukan anggaran pemkot, tapi ini murni gotong-royong teman-teman pengusaha. Alhamdulillah, antusiasme pengusaha banyak yang mendukung," ucapnya.

Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jawa Timur, Sumitro menyampaikan konsep dekorasi untuk Isbat Nikah Massal yang digelar oleh Pemkot Surabaya akan dikemas selayaknya pernikahan para selebritis papan atas. Serta pilihan dekorasi juga akan dikolaborasikan dengan dukungan teknologi, seperti adanya permainan efek lighting (lampu pencahayaan).

Apalagi, pelaksanaan Isbat Nikah Massal di Kota Surabaya sebetulnya telah dijadikan percontohan bagi ASPEDI se-Indonesia. Bahkan rencananya mereka akan melihat pengerjaan ASPEDI Jawa Timur dalam gelaran Isbat Nikah Massal yang akan digelar oleh Pemkot Surabaya pada 19 September 2023 mendatang.

"Konsep pelaminan dekorasi tahun ini lebarnya 40 meter, tetapi untuk penataan agar mendapatkan baground pelaminan akan kita bentuk panggung setengah lingkaran. Karena dari atas akan ada permainan lighting," katanya.*