
Sebanyak tujuh sekolah di Mura jadi sasaran program Gebrakan Nindi

Puruk Cahu (ANTARA) - Sebanyak tujuh sekolah yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah menjadi sasaran pelaksanaan Program gerakan remaja lawan pernikahan dini atau disingkat Gebrakan Nindi.
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya Suwirman Hutagalung saat pembukaan di Aula RSUD Puruk Cahu, Senin, mengatakan bahwa peserta sosialisasi berasal dari SMAN 2 Laung Tuhup, SMAN 1 Laung Tuhup, SMPN 2 Laung Tuhup dan MTsN 2 Murung Raya di Kecamatan Laung Tuhup.
"Termasuk SMAN 1 Barito Tuhup Raya, SMPN 1 Barito Tuhup Raya dan SMPN 2 Satu Atap Barito Tuhup Raya di Kecamatan Barito Tuhup Raya," ucapnya.
Adapun peserta dari kegiatan sosialisasi tersebut menurut Suwirman sebanyak 21 orang dari kalangan guru dan 42 orang anak murid yang berasal dari tujuh sekolah tersebut dan pelaksanaannya hingga 24 Juli 2025 nanti.
Suwirman mengatakan kegiatan sosialisasi itu pihak Dinas Kesehatan bekerja sama dengan salah satu perusahaan tambang yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya pernikahan dini serta membekali guru sebagai agen perubahan,
"Juga mendorong peran aktif siswa sebagai pendidik sebaya, membangun komunikasi di sekolah yang mendukung pencegahan nikah dini dan mengurangi angka pernikahan dini di Murung Raya," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, program ini sebagai bentuk pengentasan masalah stunting serta mencegah rendahnya tingkat pendidikan sehingga berdampak pada harmonisasi keluarga.
"Di mana semuanya itu akan mengakibatkan terjadinya stunting. Maka melalui program ini kita juga akan menekan angka stunting,'' tegas Suwirman.
Baca juga: PKK Mura jadikan GATI mempererat hubungan anak dan orangtua
Sementara itu Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin sebelum membuka kegiatan itu mengatakan pernikahan usia dini masih menjadi tantangan serius di banyak wilayah, termasuk di Murung Raya.
"Melalui program ini, kita berkomitmen untuk membekali remaja dengan pengetahuan, keberanian, serta kesadaran akan pentingnya merencanakan masa depan yang lebih baik," tegas Rahmanto.
Dirinya juga menyebut langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih peduli terhadap masa depan anak-anak. Sebab, dengan melibatkan para guru, siswa, serta masyarakat luas, kita perlu menanamkan nilai-nilai penting tentang kesehatan reproduksi, perencanaan hidup, dan kesetaraan gander.
"Mari kita pastikan bahwa anak-anak kita memiliki ruang dan kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi setinggi-tingginya,'' demikian Rahmanto.
Baca juga: DPRD Murung Raya dorong pembinaan generasi muda dengan kegiatan keagamaan
Baca juga: Bupati Murung Raya harapkan pawai Muharam jadi perekat di tengah perbedaan
Baca juga: Ketua DPRD Murung Raya dukung kemajuan olahraga daerah
Pewarta : Supriadi
Editor:
Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
