Logo Header Antaranews Kalteng

Angka stunting Pulang Pisau mengalami kenaikan

Rabu, 30 Juli 2025 09:05 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kepala DP3AP2KB Pulang Pisau, Bakhzar Efendi. ANTARA/Dita Marsena

Pulang Pisau (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Bakhzar Efendi mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau mengalami kenaikan.

“Dilihat dari data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting pada 2024 masih berada di angka 27,9 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 24 persen pada 2023,” kata Bakhzar Efendi di Pulang Pisau, Selasa.

Dikatakannya, melihat data kenaikan angka stunting tersebut maka diperlukan langkah intervensi oleh seluruh pemangku kepentingan yang dilakukan secara spesifik pada tiga kelompok mulai dari sasaran remaja putri, ibu hamil, hingga balita.

Ia mengatakan langkah untuk remaja putri mencakup pemberian tablet tambah darah, penyuluhan kesehatan reproduksi dan mental, hingga penyelenggaraan Posyandu Remaja.

“Sementara untuk kelompok ibu hamil, diberikan tablet tambah darah, PMT ibu hamil KEK, vitamin A untuk ibu nifas, pelacakan bumil KEK imunisasi TT serta konseling air susu ibu,” tambahnya.

Bakhzar mengatakan intervensi bagi balita yang rentan mengalami stunting mencakup pemberian makanan tambahan, vitamin A, obat cacing, serta pemeriksaan tumbuh kembang anak, screening hipotiroid kongenital juga dilakukan untuk mendeteksi gangguan sejak dini, dan penguatan kapasitas kader Posyandu dan guru PAUD terus dilakukan agar pemantauan tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal.

“Selain itu penanganan balita gizi buruk dan sumplementasi gizi bagi balita juga harus terus dilakukan,” paparnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ada beberapa program inovasi dalam penanganan stunting yang telah direncanakan, di antaranya Bahata Garanuhing (Bayi Balita Sehat Sejahtera dengan Gerakan Bersama untuk Hilangkan Stunting). Inovasi ini menyasar keluarga berisiko stunting dengan edukasi lewat buku saku digital, video kampanye, dan pendampingan langsung oleh kader.

Baca juga: DPMPTSP Pulang Pisau perkuat sosialisasi keberadaan MPP sampai desa

“Program ini telah menunjukkan capaian positif, dengan peningkatan efektivitas pelaksanaan dan pelaporan dari 61,1 persen pada tahun 2023 menjadi 83,2 persen di tahun 2024,” jelasnya.

Program Gebrak Duku (Gerakan Bersama Bapak Dukung Pemberian ASI Eksklusif), papar Bakhzar, yang mendorong peran ayah dalam mendukung ibu menyusui. Inisiatif ini melibatkan pelatihan kepada ayah agar turut aktif melakukan pijat oksitosin kepada ibu.

“Hasilnya, dari cakupan ASI eksklusif PKM Maliku meningkat dari 37,62 persen di tahun 2023 menjadi 61,63 persen di tahun 2024,” ujar Bakhzar.

Ia menambahkan, program Bapak-Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) juga merupakan upaya dalam penurunan angka stunting yang diterapkan di kabupaten setempat. Ia mengatakan program ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pulang Pisau.

“Setiap DWP memiliki desa binaan sebagai lokus pelaksanaan kegiatan BAAS,” ucap Bakhzar.

Program Permata Kuning (Pemberian Makanan untuk Anak Kurus dan Stunting) serta SiGah Ting (Pencegahan Stunting) juga menjadi bagian dari strategi lintas sektor.

Melalui dua program ini, anak-anak yang terindikasi stunting, termasuk anak yatim dan piatu mendapatkan bantuan makanan bergizi dan sembako. Pada tahun 2024, sebanyak 90 anak menjadi penerima manfaat program SiGah Ting.

“Diharapkan dari keberlanjutan program ini dapat menurunkan angka stunting di Pulang Pisau secara signifikan pada Tahun 2025,” demikian Bakhzar Efendi.

Baca juga: DP3AP2KB Pulang Pisau dukung adanya program sekolah lansia

Baca juga: Disdik Pulpis minta sekolah aktif promosi demi penuhi standar minimal

Baca juga: Ketua DPRD Pulang Pisau ingatkan kewaspadaan bencana



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026