Logo Header Antaranews Kalteng

Gerakan Pangan Murah di Kotim mulai jangkau kelurahan

Rabu, 6 Agustus 2025 20:49 WIB
Image Print
Penjualan beras SPHP saat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri di kantor Kelurahan Ketapang, Rabu (6/8/205). ANTARA/HO

Sampit (ANTARA) - Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kini mulai menjangkau langsung ke kelurahan untuk membantu masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pangan murah.

"Untuk hari ini di Kelurahan Ketapang, kami menjual beras SPHP ukuran 5 kilogram dengan harga Rp60 ribu per sak. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung," kata Analis Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, Mira di Sampit, Rabu.

Gerakan Pangan Murah biasanya dilaksanakan di Taman Kota Sampit. Kali ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur menggelar GPM Mandiri di kantor Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Ini merupakan GPM Mandiri perdana yang digelar di kelurahan pada Agustus ini. Kegiatan ini pun langsung disambut antusias masyarakat.

GPM Mandiri merupakan upaya pemerintah dalam melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan guna menekan laju inflasi di daerah. Kotawaringin Timur menjadi perhatian karena daerah ini menjadi satu dari dua daerah di Kalimantan Tengah yang menjadi lokasi penghitungan inflasi setiap bulannya.

GPM Mandiri difokuskan untuk menjangkau langsung masyarakat di tingkat kelurahan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

Mira mengatakan, setiap pelaksanaan GPM Mandiri di kelurahan, dialokasikan sebanyak dua ton beras SPHP. Pembelian dibatasi yakni maksimal hanya dua karung beras per orang.

GPM Mandiri akan terus bergulir ke kelurahan-kelurahan lainnya. Rencananya pada Kamis (7/8) kegiatan serupa digelar di halaman Kantor Kelurahan Baamang Hulu dan Jumat (8/8) di halaman Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir.

Dalam kegiatan ini hanya dijual komoditas beras SPHP, meski kegiatan mandiri ini sebenarnya GPM dapat mencakup berbagai komoditas. Hal itu lantaran adanya keterbatasan sarana seperti tenda dan meja.

Baca juga: DWP Kotim berkomitmen tingkatkan aksi nyata bantu masyarakat

GPM Mandiri ini dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran daerah, sehingga panitia belum bisa menyediakan komoditas lain secara lengkap.

"Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara bergiliran di kelurahan-kelurahan yang ada di dua kecamatan tersebut hingga akhir tahun 2025. Rencana untuk semua kelurahan, kami keliling. Insyaallah, kegiatan ini digelar sampai akhir tahun," demikian Mira.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad menyambut positif kegiatan ini. Bulog pun siap berpartisipasi terkait rencana kegiatan ini diperluas hingga ke kelurahan-kelurahan untuk membantu lebih banyak lagi masyarakat.

Beras SPHP hanya dijual dengan harga Rp60.000 per karung 5 kilogram atau cuma Rp12.000 per kilogram. Harga ini jauh di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium yakni Rp65.500 untuk sak 5 kilogram. Bahkan di pasaran, banyak pedagang menjual di atas Rp70.000 per sak 5 kilogram.

Bulog secara nasional diperintah untuk melakukan intervensi pasar secara masif, salah satunya melalui beras SPHP yang bisa dibeli oleh masyarakat umum. Sementara untuk warga tidak mampu, saat ini masih berlangsung penyaluran bantuan pangan beras secara gratis.

Bulog juga gencar melakukan kegiatan secara mandiri berkeliling menjual beras SPHP dan komoditas lainnya dengan mendatangi lokasi-lokasi permukiman atau tempat kegiatan masyarakat. Kegiatan itu selalu disambut antusias tinggi masyarakat karena harga barang yang dijual lebih murah dibanding di pasaran.

"Harapannya dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini harga beras bisa diintervensi, bisa turun mudah-mudahan bisa kembali normal tidak melebihi HET lagi," ujar Fuad.

Fuad menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan cadangan beras cukup banyak. Saat ini stok beras medium Bulog setempat mencapai 6.200 ton. Saat ini sejumlah wilayah juga kembali panen sehingga Bulog bersiap kembali menyerap gabah hasil panen tersebut.

Baca juga: UIN Palangka Raya perkuat sinergi dengan Pemkab Kotim

Baca juga: DPRD Kotim dorong daftarkan lebih banyak lagi potensi kekayaan intelektual

Baca juga: Legislator Kotim dukung penetapan status siaga karhutla



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026