Logo Header Antaranews Kalteng

Bapperida: Perekonomian Kapuas tunjukkan tren positif setelah pandemi

Kamis, 6 November 2025 16:47 WIB
Image Print
Pertemuan jajaran Pemkab Kapuas dengan BPK RI dan Kementerian PPN/Bappenas dalam kegiatan sampling daerah dan fasilitasi pemeriksaan lapangan pendahuluan kinerja ketahanan pangan, Kuala Kapuas, Kamis (6/11/2025). (ANTARA/HO-Diskominfosantik Kapuas)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kapuas, Kalimantan Tengah Ahmad M. Saribi menyebut kondisi ekonomi di kabupaten setempat terus menunjukkan tren positif setelah pandemi.

"Pada tahun 2024, laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,95 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Kalimantan Tengah, meskipun masih di bawah tingkat nasional," kata Ahmad di Kuala Kapuas, Kamis.

Dia menjabarkan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah.

Hal itu dia sampaikan saat menerima kunjungan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Kunjungan itu dalam rangka kegiatan sampling daerah dan fasilitasi pemeriksaan lapangan pendahuluan kinerja ketahanan pangan di Kabupaten Kapuas.

Dari sisi pembangunan daerah, lanjutnya, Pemkab Kapuas, juga telah menetapkan visi jangka panjang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045, yaitu Kapuas Sejahtera 2045, yaitu Maju, Unggul, Mandiri, dan Berkelanjutan.

Sedangkan dari Dinas Ketahanan Pangan, dipaparkan secara umum konsumsi pangan masyarakat Kapuas tergolong baik, meskipun masih berada sedikit di bawah standar nasional.

Baca juga: Pemkab Kapuas dukung penuh Forum Komunikasi PKU

Kontribusi utama konsumsi berasal dari padi-padian, pangan hewani, minyak dan lemak, serta gula. Tingkat keragaman konsumsi pangan pun terbilang cukup baik dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 87,4.

Ditambahkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edi Dese, Kapuas telah menjadi salah satu daerah pelaksana Program Strategis Nasional di bidang ketahanan pangan sejak 2020, melalui pengembangan kawasan Food Estate yang kini dikenal sebagai Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP).

“Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, baik melalui kegiatan intensifikasi maupun ekstensifikasi. Ekstensifikasi dilakukan untuk menambah luas lahan sawah baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kapuas memiliki dua karakteristik lahan, yakni wilayah pasang surut di 12 kecamatan dan non-pasang surut di 5 kecamatan.

“Lahan sawah di Kapuas mencakup lebih dari 45 persen dari total baku lahan sawah di Kalimantan Tengah, dengan kontribusi produksi padi terhadap provinsi mencapai sekitar 41 persen pada tahun 2024,” demikian Edi Dese.

Baca juga: Pemkab Kapuas verifikasi dan data lokasi program cetak sawah 2024

Baca juga: IJTI Kapuas optimalkan pengembangan pola kolaborasi

Baca juga: Pemkab Kapuas bahas persiapan safari dan perayaan Natal 2025



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026