
DPRD Kalteng minta pemda menambah insentif kader posyandu

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran, menyoroti kecilnya nilai insentif yang diterima oleh para kader posyandu di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
Dia mengatakan saat melaksanakan reses ke sejumlah daerah ditemukan fakta bahwa kader posyandu di sejumlah kelurahan, hanya menerima insentif Rp 50 Ribu per bulan yang pembayarannya per tiga bulan.
"Petugas kelurahan sudah sampai ke saya, dan memang kalau hanya Rp 50 Ribu per bulan sangat kurang untuk menunjang pekerjaan kader di sana," kata Tomy di Palangka Raya, kemarin.
Menurut dirinya, dengan insentif sebesar itu tentu tidak sebanding dengan tugas yang dibebankan kepada kader posyandu yang selama ini memainkan peran penting dalam program kesehatan di tingkat kelurahan maupun desa.
"Memang inikan ranahnya pemerintah kabupaten, cuma saya belum tahu apakah provinsi bisa ikut membantu atau tidak. Kalau bisa, ya saya harapkan bisa ikut memerhatikan soal insentif ini," ucap Tomy.
Legislator Kalteng itu pun menyebut besaran yang insentif ini tidak hanya bicara soal meningkatkan motivasi bekerja, akan tetapi pemerintah wajib memerhatikan nilai insentif yang lebih pantas secara kemanusiaan.
Untuk itulah, dirinya meminta pemerintah kabupaten setempat untuk kembali memerhatikan besaran insentif yang diberikan kepada para kader posyandu. Persoalan kecil seperti ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena bisa saja menganggu layanan.
"Saya harapkan kabupaten serius menanggapi ini, kita harus memberi penghargaan kepada kader posyandu dengan insentif yang lebih pantas," demikian Tomy.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor:
Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
