
Maknai Natal 2025, Tokoh Kristen di Kotim sebut keluarga fondasi keselamatan

Sampit (ANTARA) - Perayaan Natal tahun 2025 membawa pesan mendalam bagi umat Kristiani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah untuk memperkuat fondasi keselamatan dan membentengi dari dosa yang dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
“Sebagaimana tema Natal 2025 yang mengandung makna dasar keluarga merupakan fondasi terkecil namun paling utama dalam tatanan kehidupan,” kata Tokoh Kristen sekaligus Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kotim Admadi Sastra di Sampit, Kamis.
Pesan yang ia sampaikan ini sejalan dengan tema besar Natal 2025, yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Pesan ini menempatkan keluarga sebagai pondasi keselamatan.
Natal bukan sekadar perayaan seremonial, mengandung hal-hal Ilahi untuk memberkati jemaat dan umat, khususnya Kristiani, sehingga ini harus dirasakan mulai dari dalam rumah tangga, yang kemudian berdampak pada masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Oleh karena itu, melalui momentum Natal ini, umat diajak untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat pertama hadirnya berkat Ilahi dan kedamaian,” ucapnya.
Baca juga: Gubernur Kalteng pererat jalinan silaturahmi melalui kunjungan Natal
Pria yang juga menjadi bagian Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kotim pun menyebut di era modern ini, Admadi mengajak umat melakukan introspeksi diri secara tulus. Ia mengingatkan kebaikan tidak boleh sekadar menjadi topeng, melainkan harus diaplikasikan dalam bentuk ketulusan dan rendah hati.
Ia juga menyoroti berbagai ancaman yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga, yang disebutnya sebagai akar-akar dosa, di antaranya, egoisme dan kesombongan yang menjadi penghalang utama kenyamanan dalam rumah tangga.
Lalu, masalah sosial seperti ancaman narkoba dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), konflik internal yang menjauhkan keluarga dari kasih Tuhan.
“Jika di dalam keluarga masih ada ego, maka sulit bagi kita menciptakan kenyamanan. Natal tahun ini adalah momen memulihkan kehidupan keluarga agar penuh kasih, sukacita dan damai sejahtera,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyikapi berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini, Admadi menyebut gereja terus berperan aktif, baik melalui pelayanan langsung maupun doa-doa syafaat.
Gereja-gereja juga terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga kerukunan lainnya untuk memupuk kepedulian antar sesama.
Hal ini dianggap penting sebagai perwujudan kasih manusia dan menjaga nilai toleransi yang selama ini terjaga dengan baik, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Kita harus selalu bergaul karib dengan Tuhan. Di setiap permasalahan, rumah tangga harus berlindung kepada Tuhan agar kita bisa hidup sesuai dengan firman-Nya,” demikian Admadi.
Baca juga: Pemkab Kobar pererat kekompakan membangun daerah melalui Safari Natal
Baca juga: 546 WBP dan anak binaan di Kalteng terima remisi khusus dan PMP Natal 2025
Baca juga: Dekorasi Natal semarakkan pusat perbelanjaan Jakarta
Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
