
Bea Cukai Palangka Raya sediakan pendampingan ekspor gratis

Palangka Raya (ANTARA) - Bea Cukai Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyediakan layanan pendampingan ekspor gratis tanpa harus menunggu volume produksi yang besar bagi pelaku usaha di daerah ini.
“Pendampingan ekspor dari Bea Cukai Palangka Raya gratis, tidak ada pungutan biaya apa pun. Sepanjang dokumennya jelas dan sesuai aturan, proses ekspor akan kami dampingi sesuai prosedur,” kata Perwakilan Bea Cukai Palangka Raya, Gustaf di Palangka Raya, Minggu.
Dia mengungkapkan, melalui fungsi pelayanan dan asistensi, Bea Cukai Palangka Raya bersama pemerintah daerah secara aktif memberikan pendampingan intensif kepada pelaku usaha, khususnya UMKM dan IKM agar mampu melakukan ekspor secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut mencakup cara pengurusan dokumen, pemenuhan persyaratan ekspor, hingga pemahaman prosedur kepabeanan.
Selain aspek administrasi, dukungan juga meluas pada akses pembiayaan. UMKM yang telah memenuhi kriteria tertentu akan diarahkan dan dibantu untuk terhubung dengan lembaga pembiayaan guna mengembangkan usaha dan memperluas pasar internasional.
Gustaf menjelaskan, Bea Cukai Palangka Raya juga menjalankan program Klinik Ekspor, yang dirancang khusus untuk membantu UMKM dan IKM memahami seluruh tahapan ekspor. Melalui program ini, pelaku usaha mendapatkan pendampingan menyeluruh.
"Layanan itu seperti bantuan pengurusan dan kelengkapan dokumen ekspor, panduan pemenuhan standar dan regulasi ekspor, informasi fasilitas kepabeanan yang dapat menekan biaya logistik, bimbingan tata cara dan alur ekspor dari awal hingga akhir," ucapnya.
Hasilnya, sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Palangka Raya telah berhasil menembus pasar internasional.
Baca juga: Cekcok hingga pengaruh alkohol, keponakan tega bunuh pamannya di Palangka Raya
Selain itu, Gustaf menekankan beberapa UMKM yang telah melakukan ekspor dengan pendampingan Bea Cukai adalah Ali Giyono yang mengekspor ikan betutu ke Malaysia sejak 2023, PT Berkah Iwak Barito yang melakukan ekspor perdana ikan betutu ke Malaysia pada Mei 2024 melalui Bandara Tjilik Riwut.
Kemudian PT Tirta Haring Borneo & CV Hentom Kurnia Aquarium juga berhasil mengekspor ikan hias asal Palangka Raya ke Singapura.
Selain itu, ada juga produk tanaman hias dari Palangka Raya yang berhasil diekspor oleh PT Borneo Aquatic.
Pada Desember 2025, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bea Cukai Palangka Raya bahkan meluncurkan ekspor perdana berbagai produk unggulan dari sekitar 17 IKM dan UMKM lokal ke Selandia Baru.
Gustaf juga menjelaskan, Bea Cukai Palangka Raya menegaskan bahwa seluruh perusahaan dan UMKM yang berada dalam wilayah kerjanya dapat memanfaatkan pendampingan ekspor ini tanpa biaya.
Layanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekspor daerah, khususnya dari sektor UMKM.
Pelaku usaha yang ingin mendapatkan pendampingan disarankan untuk menghubungi langsung Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Palangka Raya.
"Atau juga bisa melalui dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, guna memperoleh informasi jadwal konsultasi dan persyaratan yang dibutuhkan," demikian Gustaf.
Baca juga: Taman RTH Palangka Raya segera dibuka untuk umum
Baca juga: Warga Palangka Raya digegerkan temuan mayat mengapung di drainase
Baca juga: Bapenda Palangka Raya tambah pemasangan alat perekam pajak untuk rumah makan
Pewarta : Rajib Rizali
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
