Logo Header Antaranews Kalteng

Palangka Raya dapat alokasi program RTLH untuk 600 rumah

Senin, 26 Januari 2026 17:56 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat alokasi 600 unit pada program bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layah Huni (RLH) pada 2026 melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jumlah ini menjadi catatan impresif mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Palangka Raya hanya mendapatkan kuota di kisaran 240 hingga 250 unit saja," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan bahwa kenaikan kuota ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap program nasional Tiga Juta Rumah.

"Program ini sendiri akan dieksekusi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan kolaborasi bersama Baznas,” kata Zaini.

Meski mendapatkan bantuan besar dari pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya tetap berkomitmen mengalokasikan dana pendamping melalui APBD. Namun, akibat adanya efisiensi anggaran untuk prioritas infrastruktur lain, kuota dari daerah masih terbatas.

“Dari APBD 2026, kami menganggarkan sekitar 20 unit RLH. Keterbatasan ini karena kami juga harus membagi fokus anggaran untuk infrastruktur dasar lainnya yang bersifat mendesak,” jelas Zaini.

Baca juga: Kakanwil Kemenkum Kalteng kunjungi Posbankum di Palangka Raya

Zaini menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan lagi sekadar membangun gedung baru, melainkan pada peningkatan kualitas hidup melalui renovasi hunian yang sudah ada.

“Program pusat sekarang lebih condong ke renovasi dan perbaikan. Tujuannya jelas, agar warga yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak bisa memiliki rumah yang lebih sehat dan aman. Jika tempat tinggalnya layak, kualitas hidup dan produktivitas warga otomatis akan meningkat," katanya.

Dia mengatakan, program peningkatan rumah layak huni ini disiapkan dalam rangka membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya memerlukan perbaikan.

"Perbaikan yang dilakukan ini meliputi perbaikan komponen utama rumah seperti atap, lantai, dan dinding, dengan tujuan agar rumah tersebut memenuhi standar keselamatan dan kesehatan," katanya.

Zaini menambahkan, pemerintah Kota Palangka Raya sangat memperhatikan kondisi tempat tinggal warganya. Pihaknya juga ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki hunian yang layak, aman dan sehat.

"Kami juga berharap program ini dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kota Palangka Raya," katanya.

Dia menerangkan, program ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial pemerintah kota untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Menurut dia, faktor utama yang menyebabkan masih tingginya angka RTLH di Palangka Raya adalah faktor ekonomi yang berdampak pada peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran.

Kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat yang tidak mampu membeli rumah yang layak dan akhirnya terpaksa tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan.

"Kami menyadari bahwa permasalahan ini tidak bisa diatasi hanya dengan satu solusi. Diperlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan berbagai pihak, dan tentunya dukungan dari seluruh elemen masyarakat," kata Zaini.

Baca juga: Palangka Raya gandeng lembaga internasional optimalkan pengelolaan sampah

Baca juga: Pemkot Palangka Raya siapkan 16 Dapur SPPG jangkau wilayah 3T

Baca juga: DPRD minta Pemprov Kalteng perketat perizinan demi lindungi lingkungan



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026