Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkot Palangka Raya siapkan 16 Dapur SPPG jangkau wilayah 3T

Senin, 26 Januari 2026 14:46 WIB
Image Print
Petugas menyiapkan sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Tengah, Palangka Raya. SPPG Polda Kalteng menyalukan MBG ke 19 sekolah terdekat mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat dengan penerima manfaat sebanyak 4.014 pelajar. ANTARA FOTO/Auliya Rahman.

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan 16 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya menjangkau wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi, untuk wilayah 3T, Pemkot Palangka Raya menyiapkan 16 titik dapur SPPG yang berada di luar dapur reguler perkotaan," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan, saat ini Dapur SPPG di wilayah kota masih menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG. Namun pemkot setempat juga terus memberi perhatian lebih pada daerah 3T yang membutuhkan pendekatan dan skema layanan berbeda.

"Perluasan SPPG itu bukan sekadar hanya di kawasan perkotaan, namun dapur MBG ini disiapkan untuk menjangkau wilayah sehingga layanan MBG bisa dirasakan lebih merata," katanya.

Pria nomor dua di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya ini mengatakan, berdasarkan data terbaru, dapur SPPG di wilayah perkotaan Palangka Raya berjumlah 25 titik. Dari jumlah tersebut, 24 dapur sudah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap perbaikan.

"Pemkot Palangka Raya sudah mulai menyiapkan 16 Dapur SPPG khusus di wilayah 3T. Dari jumlah tersebut, 15 titik dapur SPPG 3T telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap operasional. Sementara satu titik lainnya masih dalam proses pencarian lokasi layak bangun," katanya.

Lebih dalam Zaini menjelaskan, bahwa dapur SPPG di wilayah 3T memiliki skema layanan yang berbeda dibandingkan dapur di dalam kota, terutama dari sisi kapasitas penerima manfaat.

“Salah satu perbedaannya yaitu untuk di dalam kota penerima MBG bisa lebih dari 2.000 orang. Sedangkan di wilayah 3T jumlahnya bervariasi, sekitar 100 sampai 800 penerima, tapi tetap harus kita layani secara optimal,” ujar Zaini.

Baca juga: Pengawasan digital, kawal Program MBG berjalan optimal di Kalteng

Selebihnya jelas wakil wali kota, guna menjamin keamanan pangan, maka seluruh dapur SPPG diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum beroperasi.

“Pemkot memastikan setiap dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan terus diawasi oleh Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional,” katanya.

Sementara itu sampai saat ini sekitar 42 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan telah menikmati atau tersentuh program nasional MBG.

"Dari total target penerima MBG di Kota Palangka Raya yang mencapai 75.117 siswa, sampai saat ini, tercatat sekitar 42 ribu sasaran telah tersentuh program ini," katanya.

“Kami bersama camat, lurah, dan PKK setempat akan mencari solusi agar anak-anak sekolah di bantaran sungai tetap bisa menikmati layanan MBG,” katanya.

Baca juga: Kepsek:Program MBG di SMPN 2 Muara Teweh ringankan beban orang tua

Baca juga: Mbg: Sejauh mana negara masuk ke dapur warga

Baca juga: Pemkab Kapuas salurkan 1.113 paket MBG di MIS Al Azhar Anjir Serapat Timur



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026