
Apple akuisisi startup AI asal Israel

Jakarta (ANTARA) - Apple dikabarkan telah mengakuisisi Q.ai sebuah startup di bidang kecerdasan buatan/AI berbasis di Israel.
Melansir laporan Engadget, Senin, Apple tidak secara terbuka mengungkapkan nilai akuisisi itu, namun sumber yang dikutip Financial Times mengungkapkan bahwa total kesepakatan mendekati 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33 triliun).
Wakil presiden senior Apple untuk teknologi perangkat keras, Johny Srouji mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Q.ai dinilai menghadirkan pendekatan baru dan kreatif memanfaatkan pembelajaran mesin.
“Q.ai adalah perusahaan luar biasa yang memelopori cara-cara baru dan kreatif dalam memanfaatkan pencitraan dan pembelajaran mesin,” kata Johny Srouji.
Apple belum membagikan rincian mengenai bagaimana mereka akan memanfaatkan startup tersebut, namun rekam jejak Q.ai sebelumnya mengindikasikan kemungkinan Apple akan semakin mendalami pengembangan perangkat wearable berbasis AI.
“Paten yang diajukan Q.ai menunjukkan teknologinya digunakan pada headphone atau kacamata, dengan memanfaatkan ‘gerakan mikro kulit wajah’ untuk berkomunikasi tanpa berbicara,” tulis Financial Times.
Tim pendiri Q.ai, termasuk CEO Aviad Maizels, akan bergabung dengan Apple sebagai bagian dari kesepakatan ini.
Akuisisi ini menjadi penjualan kedua Maizels kepada Apple, sebelumnya ia mendirikan perusahaan teknologi pendengaran tiga dimensi bernama PrimeSense yang diakuisisi Apple pada 2013.
Selama beberapa bulan terakhir, banyak pelaku industri teknologi berspekulasi bahwa akuisisi merupakan jalur terbaik bagi Apple untuk mengejar ketertinggalan dalam persaingan AI.
Dalam forum laporan keuangan kuartal ketiga pada Juli 2025, CEO Tim Cook mengakui bahwa “Kami terbuka terhadap M&A yang dapat mempercepat peta jalan kami”.
Menurut laporan TechCrunch, Q.ai didirikan pada 2022 dan mendapat dukungan pendanaan dari Kleiner Perkins, Gradient Ventures, serta sejumlah investor lainnya.Kabar ini muncul hanya beberapa jam sebelum Apple merilis laporan keuangan kuartalan pertamanya, di mana para analis memperkirakan pendapatan perusahaan mencapai sekitar 138 miliar dolar AS. Periode ini juga diproyeksikan menjadi pertumbuhan penjualan iPhone terkuat Apple dalam empat tahun terakhir.
Pewarta : -
Editor:
Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
