Logo Header Antaranews Kalteng

Menpar cek kesiapan wisata Semarang jelang Imlek

Kamis, 12 Februari 2026 15:48 WIB
Image Print
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana beserta jajaran meninjau kesiapan Kelenteng Sam Poo Kong dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Semarang, Selasa (10/2/2026). ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau kesiapan sejumlah destinasi wisata di Semarang, Jawa Tengah dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

“Momentum Imlek bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan penggerak roda perekonomian masyarakat. Kita ingin memastikan destinasi siap menyambut wisatawan dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dalam kunjungannya pada Selasa (10/2), Widiyanti didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau Kelenteng Sam Poo Kong yang merupakan salah satu cagar budaya sekaligus destinasi wisata sejarah yang menjadi pusat perayaan Imlek di Semarang.

Widiyanti menyebut Sam Poo Kong sebagai simbol akulturasi budaya yang luar biasa. Ia berharap perayaan Imlek tahun ini harus menjadi potret pariwisata Indonesia yang inklusif, tertata, dan membanggakan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Pembina Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong Mulyadi Setiakusuma menjelaskan pihaknya telah menyiapkan pesta budaya yang memadukan unsur budaya Jawa, Tionghoa, dan budaya nasional.

Pesta budaya tersebut akan digelar pada 15 Februari 2026 dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Tinjauan dilanjutkan ke Lawang Sewu yang menjadi destinasi wisata warisan budaya yang menjadi ikon Kota Semarang sekaligus lokomotif penguatan wisata sejarah dan edukasi.

Di sana Widiyanti meninjau setiap sudut bangunan yang dikenal dengan sebutan “seribu pintu”, termasuk ruang immersive yang menghadirkan pengalaman digital modern melalui proyeksi visual futuristik tentang sejarah Kereta Api Indonesia.

Atraksi ini sejalan dengan program Tourism 5.0 Kementerian Pariwisata yang mendorong penguatan layanan dan pengalaman wisata berbasis digital.

“Lawang Sewu adalah ikon pariwisata yang sarat nilai sejarah. Melalui koridor immersive, pengunjung dapat mengenal sejarah Kereta Api Indonesia dan nilai perjuangan bangsa secara lebih hidup dan interaktif,” ucap Widiyanti.

Direktur Komersial KAI Wisata Hetty Herawati menambahkan Lawang Sewu menghadirkan berbagai atraksi, seperti pertunjukan barongsai dan pembagian angpau, yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat daya tarik destinasi.

Pihaknya juga menyiapkan pemandu wisata yang siap menjelaskan sejarah dan keunikan Lawang Sewu secara komprehensif kepada pengunjung.

“Kami ingin setiap pengunjung tidak hanya datang berfoto, tetapi juga memahami nilai sejarah dan inspirasi yang terkandung di dalamnya. Harapannya, mereka pulang membawa pengalaman yang bermakna dan membagikannya kepada lebih banyak orang,” ucapnya.

Hal lain yang disiapkan yakni memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan fasilitas guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama musim libur.

Pada hari besar seperti Imlek, jumlah kunjungan diperkirakan meningkat signifikan, dari rata-rata 6.000 orang pada hari biasa menjadi sekitar 10.000 orang.

“Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar pengunjung dapat menikmati suasana Lawang Sewu dengan nyaman dan aman,” kata Hetty.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026