
Ketua APTFI dukung pembukaan PSPA di UPR

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Prof Dr apt Yandi Syukri MSi, mendukung rencana pembukaan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) di Universitas Palangka Raya (UPR) sebagai upaya memperkuat pendidikan farmasi.
“Kehadiran PSPA di UPR merupakan bagian dari komitmen kami dalam menyediakan pendidikan bermutu bagi putra-putri daerah, sekaligus memperkuat kontribusi UPR terhadap pembangunan kesehatan di Kalimantan Tengah,” katanya di Palangka Raya, Jumat.
Dukungan tersebut disampaikan Prof Yandi saat melakukan kunjungan akademik ke UPR yang dirangkai dengan kuliah tamu bertema Inovasi Nanoteknologi untuk Pengembangan Obat Bahan Alam.
Dalam kesempatan itu, Prof Yandi menekankan, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar, termasuk di Kalimantan Tengah, yang berpotensi dikembangkan menjadi produk obat berbasis bahan alam bernilai tambah tinggi.
“Namun, pengembangan bahan alam tersebut memerlukan pendekatan teknologi modern agar memenuhi standar keamanan, efektivitas, dan mutu,” ucapnya.

Baca juga: Kepala BKN RI tinjau kinerja ASN UPR untuk perkuat sistem Merit
Prof Yandi menjelaskan, nanoteknologi dapat menjadi jembatan antara kearifan lokal dan sains modern melalui sistem penghantaran obat yang lebih efektif.
“Dengan sistem berbasis nano, senyawa aktif bahan alam dapat ditingkatkan kelarutan, stabilitas, serta efektivitas terapinya,” ujarnya.
Selain kuliah tamu, pertemuan tersebut juga membahas kesiapan pembukaan PSPA di UPR sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan profesi apoteker di daerah.
Sementara itu, Rektor UPR, Prof Dr Ir Salampak MS, mengapresiasi atas dukungan APTFI dan menegaskan komitmen universitas dalam menyiapkan sarana prasarana, penguatan laboratorium, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh persyaratan akademik dan fasilitas pendukung PSPA dapat dipenuhi secara optimal,” tegasnya.
Kunjungan akademik tersebut ditutup dengan penyusunan roadmap pengembangan PSPA di UPR serta penguatan kolaborasi riset di bidang nanoteknologi dan obat bahan alam, dengan harapan melahirkan apoteker unggul yang mampu mengoptimalkan kekayaan hayati Kalimantan Tengah.
Baca juga: FKIP UPR-PKBM Darussa'adah perkuat literasi berbasis kearifan lokal
Baca juga: Fakultas Hukum UPR perkuat peran hukum adat dalam hukum nasional
Baca juga: Menteri P2MI dan UPR siap optimalkan serapan lulusan baru di dunia kerja
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
