
DPRD Palangka Raya minta perluasan persalinan gratis dan layanan rabies

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Nenie Adriati Lambung menekankan perlunya perluasan layanan persalinan gratis dan penanganan rabies agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Persalinannya gratis, jadi masyarakat tidak dipungut biaya untuk layanan tersebut,” katanya di Palangka Raya, Selasa.
Dia mengungkapkan, saat ini layanan persalinan gratis telah tersedia di empat puskesmas di Kota Palangka Raya.
Empat puskesmas tersebut yakni Puskesmas Menteng, Puskesmas Pahandut, Puskesmas Tangkiling, dan Puskesmas Kereng Bangkirai.
“Program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang membutuhkan pelayanan tanpa beban biaya tambahan,” ucapnya.
Nenie juga mengungkapkan, selain layanan persalinan, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya juga memperluas penanganan rabies yang kini tidak lagi hanya terpusat di satu fasilitas kesehatan.
Layanan rabies yang sebelumnya hanya tersedia di Puskesmas Bukit Hindu, kini juga dapat diakses di Puskesmas Pahandut.
“Sekarang ada dua tempat untuk penanganan rabies. Dan yang di Pahandut buka 24 jam, supaya masyarakat lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya.
Baca juga: Wali Kota ingatkan ASN waspadai gratifikasi berbentuk parcel lebaran
Untuk penanganan rabies, Nenie menjelaskan, masyarakat tidak dikenakan biaya pengobatan dan hanya membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan dasar agar lebih mudah dijangkau dan merata di seluruh wilayah kota.
“Kami berharap ke depan cakupannya bisa diperluas lagi, baik untuk persalinan gratis maupun layanan rabies, sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” demikian Nenie.
Baca juga: Kanwil Kemenkum tingkatkan profesionalitas 103 Posbankum di Bartim
Baca juga: OJK: Bank Sampah jadi program inklusi keuangan inovatif di Palangka Raya
Baca juga: MES Kalteng dorong masjid jadi pusat perkembangan ekonomi syariah
Pewarta : Rajib Rizali
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
