Logo Header Antaranews Kalteng

Tim Wasev tekankan pentingnya antisipasi dampak cuaca dalam pelaksanaan TMMD di Kotim

Selasa, 3 Maret 2026 21:24 WIB
Image Print
Ketua Tim Wasev Mabes TNI AD Brigjen TNI Totok Sulistiyono meninjau progres pelaksanaan TMMD oleh Kodim 1015/Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI meninjau langsung progres TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah Kodim 1015/Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di tiga desa di Kecamatan Telaga Antang.

“Berkaitan dengan cuaca ini, kadang-kadang hujan, kadang-kadang panas, ini berpotensi menjadi hambatan bagi pekerjaan lapangan sehingga harus diantisipasi agar semuanya bisa tercapai 100 persen sebelum penutupan,” kata Brigjen TNI Totok Sulistiyono selaku Ketua Tim Wasev di Desa Tribuana, Selasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasiter Kasrem 102/Pjg, Staf Ahli Bupati Kotim, Camat Telaga Antang, Kepala Desa Tribuana, Bukit Indah dan Bukit Agung, serta forum koordinasi kecamatan setempat.

Kegiatan diawali dengan paparan yang dilakukan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 1015/Sampit sekaligus Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-127 setempat, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengenai progres TMMD.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa peralatan olahraga untuk kelompok pemuda Karang Taruna, pembagian sembako untuk warga kurang mampu dan lansia, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dalam rangka pengentasan stunting.

Lalu, peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan TMMD, mulai dari pembangunan siring di jalan penghubung Desa Tribuana dan Desa Bukit Indah, pelepasan bibit ikan di kolam yang diberikan kepada warga, penimbunan jalan, hingga pengecekan dua rumah yang mendapat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Brigjen TNI Totok Sulistiyono juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pelajar SMA setempat dan memberikan motivasi bagi generasi muda akan pentingnya rasa bela negara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prediktabilitas cuaca menjadi kunci utama dalam mengejar target pembangunan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dansatgas harus bisa mempertimbangkan dinamika cuaca di lapangan, terutama saat menghadapi musim hujan. Hal ini krusial mengingat sasaran fisik seperti peningkatan kualitas jalan sangat bergantung pada kondisi alam agar dapat tuntas tepat waktu.

“Dandim selaku Dansatgas TMMD harus mempertimbangkan cuaca agar rencana kegiatan TMMD terlaksana dengan baik sehingga bisa selesai 100 persen sebelum penutupan TMMD,” tegasnya.

Brigjen TNI Totok Sulistiyono menerangkan, kunjungan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur kinerja organisasi satuan TMMD, mulai dari tahap perencanaan hingga pengakhiran.

Hal ini dilakukan agar operasi bakti TNI yang bersifat lintas sektoral ini berjalan efektif dan efisien sesuai rencana.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Kotim targetkan 1.080 murid baru

Selain sasaran fisik, Tim Wasev juga memantau sasaran non-fisik. Program ini mencakup penyuluhan hukum, wawasan kebangsaan, hingga pelayanan kesehatan seperti sunatan massal dan penanganan stunting bagi warga.

Ia juga menyampaikan, program unggulan TNI AD yang menjadi sasaran tambahan, seperti integrated farming seluas 200 hektare secara bertahap. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di pedesaan.

TMMD tahun 2026 ini juga mengedepankan kerja sama swakelola tipe 2 dengan pemerintah daerah. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan di daerah yang terisolasi atau terdampak bencana.

“Hasil TMMD ini nanti diserahkan kembali kepada pemerintah daerah dan digunakan untuk rakyat. Diharapkan bisa meningkatkan mobilitas untuk mendukung kemajuan ekonomi masyarakat sekitar dan dapat digunakan dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Jenderal bintang satu ini juga menitipkan pesan agar masyarakat turut menjaga dan merawat hasil pembangunan TMMD secara mandiri. Perawatan yang baik akan memastikan manfaat infrastruktur dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.

Ketua Tim Wasev ini juga meminta seluruh personel Satgas TMMD untuk tetap konsisten menyelesaikan seluruh program unggulan tepat waktu. Penuntasan sasaran fisik dan non-fisik secara total menjadi indikator keberhasilan kemanunggalan TNI bersama rakyat.

“Hasil pantauan kami sejauh ini untuk kegiatan TMMD di Kotim bisa berjalan dengan baik karena Dansatgas bisa mengantisipasi perubahan cuaca, kami berharap ini bisa terus dipertahankan agar semua pekerjaan bisa tercapai 100 persen sebelum penutupan,” demikian Brigjen TNI Totok Sulistiyono.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan melaporkan progres signifikan sejumlah sasaran fisik dan non-fisik yang dilaksanakan sejak 10 Februari hingga 3 Maret 2026.

Pemilihan Desa Batu Agung, Tribuana dan Bukit Indah, Kecamatan Telaga Antang untuk pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan Surat Telegram Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), yakni mengusung mekanisme bottom-up agar manfaatnya tepat sasaran dan lebih mendalam bagi masyarakat.

“Pemilihan sasaran ini melalui sarana aspirasi Musrenbang tingkat desa hingga kabupaten, sehingga dampak atau manfaatnya akan mengena lebih mendalam dan terkoneksi secara terpadu,” jelas Letkol Inf Dwi Candra Setyawan.

Ia menyampaikan, hingga saat ini, progres penimbunan jalan desa sepanjang 2,5 km di empat lokasi telah mencapai rata-rata 62 hingga 80 persen, sementara pembangunan siring dan box culvert di Desa Tribuana sudah tuntas 100 persen.

Selain infrastruktur jalan, Satgas TMMD juga melaporkan keberhasilan sasaran fisik tambahan, seperti rehab gereja dan pembuatan tempat wudhu yang telah rampung sepenuhnya, serta normalisasi sungai sepanjang 300 meter menggunakan alat berat.

“Untuk sasaran non-fisik seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, hingga judi online (judol) sudah mencapai 100 persen, termasuk bakti sosial pembagian sembako dan pelayanan kesehatan gratis,” tambahnya.

Baca juga: KSOP Sampit tingkatkan pengawasan armada angkutan Lebaran 2026

Berikutnya, sektor ketahanan pangan juga diperkuat dengan penyediaan dua unit kolam beserta 1000 bibit ikan, serta pembuatan kebun sayur dan buah yang progresnya telah menyentuh angka 95 persen di lokasi sasaran.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muslih yang menyebut TMMD sebagai wujud nyata gotong royong antara TNI dan pemerintah.

Sinergitas yang terbangun melalui TMMD ke-127 ini menjadi contoh praktik baik pembangunan berbasis kebersamaan, demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.

“Pemerintah hadir dengan pendanaan, lalu TNI turun langsung bersama masyarakat. Ini sangat berharga dalam membantu pemerintah daerah melakukan percepatan pembangunan, khususnya di lokasi terpencil,” ujar Muslih.

Ia menilai kehadiran Tim Wasev merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan TMMD berjalan sesuai dengan rencana, tepat sasaran, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Evaluasi dan pengawasan yang dilakukan diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan program, baik dari sisi fisik maupun nonfisik.

“Kami merasakan secara langsung bahwa program TMMD sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka akses infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat

Muslih pun berharap program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang guna membuka akses infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antarwilayah yang sulit dijangkau secara langsung oleh program reguler pemerintah daerah.

Kebahagiaan mendalam turut dirasakan oleh Kartini, warga asal Jember peserta program transmigrasi tahun 1990-an yang mendapatkan bantuan RTLH dalam program TMMD kali ini.

Raut wajah bahagia sekaligus terharu terpancar dari wajah wanita lanjut usia tersebut saat melihat rumah kayu miliknya yang sudah cukup tua dan lapuk perlahan mendapat wajah baru ditangan personel TNI.

Ia pun mengaku lebih aman dan nyaman tinggal di rumah setelah diperbaiki, karena lebih kokoh menghadapi perubahan cuaca. Apalagi, kini ia yang tinggal seorang diri, semua anaknya telah menikah dan tinggal jauh, hanya ada satu anak yang tinggal di dekatnya tapi berbeda rumah.

"Saya sangat berterima kasih dan senang mendapat program bedah rumah ini. Saya jadi merasa lebih aman dan nyaman tinggal di rumah. Semoga ini menjadi berkah bagi para anggota TNI,” demikian Kartini.

Baca juga: Nasib PPPK Paruh Waktu Pemkab Kotim tunggu kebijakan pusat

Baca juga: Muslih gantikan Johny Tangkere lanjutkan estafet kepemimpinan di DKUKMPP Kotim

Baca juga: Arus mudik di Pelabuhan Sampit mulai meningkat



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026