Logo Header Antaranews Kalteng

Nicolson hadapi Turner demi gelar juara dunia WBC

Rabu, 15 April 2026 13:39 WIB
Image Print
Poster laga tinju Skye Nicolson (kiri) melawan Yuliahn Luna Avila (kanan) untuk merebut gelar juara dunia kelas Bantam super interim World Boxing Council (WBC) dalam kan resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Sabtu (22/11/2025). (Laman resmi WBC)

Jakarta (ANTARA) - Dewan Tinju Dunia (WBC) mengumumkan juara dunia sementara kelas bantam putri (53,5 kg) WBC Skye Nicolson akan naik ring menghadapi Mariah Turner untuk mempertahankan gelar di Australia.

“Yang dipertaruhkan bukan hanya sabuk juara, ini adalah kesempatan untuk membangun dominasi di divisi yang tetap menentukan identitasnya di panggung global,” demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang diawasi di Jakarta, Selasa.

Pertarungan tersebut akan berlangsung di Australia, negara asal Nicolson, di mana ia akan berusaha memperkuat statusnya sebagai salah satu tokoh terkemuka di divisi tersebut.

Nicolson membangun kariernya berdasarkan teknik presisi, kontrol jarak, dan kecerdasan di atas ring, yang memungkinkannya mendominasi lawan secara konsisten. Pendekatan pertarungan yang disiplin dan terukur membuatnya jarang berada dalam tekanan, sekaligus mampu mengatur tempo pertandingan sesuai keinginannya.

Sebagai juara dunia sementara, Nicolson akan memasuki pertarungan dengan tanggung jawab untuk menegaskan kembali posisi di puncak sekaligus mendekati kesempatan untuk merebut gelar juara dunia penuh.

Gaya bermainnya yang ditandai dengan akurasi dan disiplin taktis, menjadikannya lawan yang sulit di divisi kelas bantam putri. Ia dikenal mampu meminimalkan kesalahan sekaligus memaksimalkan peluang serangan, sebuah kombinasi yang membuat banyak lawan kesulitan mengembangkan strategi.

Nicolson dengan rekor 15 kemenangan dengan tiga KO dan satu kekalahan akan menjamu akan menghadapi tantangan serius dalam diri Mariah Turner. Petinju Selandia Baru itu datang dengan ambisi untuk menorehkan namanya di panggung internasional.

Turner yang membukukan rekor 12 kemenangan dengan enam KO dan satu kekalahan akan berusaha memaksimalkan keadaan dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengangkat kariernya. Dengan gaya bertarung yang lebih agresif dan mengandalkan kekuatan pukulan, Turner yakin akan memberikan tekanan yang berbeda dibandingkan lawan-lawan Nicolson sebelumnya.

WBC menyatakan bahwa pertarungan itu tidak hanya akan menentukan masa depan terdekat dari gelar interim, tetapi juga akan membentuk arah divisi yang terus berkembang dalam hal daya saing dan kedalaman.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026