Kumbang gunakan bintang sebagai pemandu arah
Senin, 28 Januari 2013 18:48 WIB
ilustrasi (bunga.info) istimewa
Jakarta(ANTARA
News) - Satu spesies kumbang kotoran di Afrika Selatan menggunakan
Galaksi Bima Sakti sebagai pemandu arah, menjadikannya sebagai
satu-satunya binatang yang melihat tebaran bintang di langit malam untuk
menemukan arah.
Menurut peneliti dari Afrika Selatan dan Swedia, kumbang-kumbang kecil bermata lemah itu menggunakan gradasi cahaya bintang-bintang Galaksi Bima Sakti untuk memastikan mereka menggelindingkan bola kotoran dalam garis lurus agar tidak kembali ke persaingan di tumpukan kotoran.
"Kumbang kotoran tidak peduli ke arah mana mereka pergi, mereka hanya butuh segera meninggalkan pusat pertarungan di tumpukan kotoran," kata Prof Marcus Byrne dari University of Witwatersrand di Johannesburg di laman resmi unversitas.
Sebelumnya tim Byrne menemukan bahwa kumbang kotoran menggunakan matahari, bulan dan polarisasi cahaya untuk menemukan arah saat meninggalkan tumbukan kotoran.
Pada percobaan selanjutnya tim Byrne menggunakan simulasi langit malam di Planetarium Witwatersrand untuk melihat pengaruhnya terhadap pergerakan kumbang kotoran. Mereka menemukan, kumbang-kumbang itu juga menggunakan bintang-bintang Bima Sakti sebagai pemandu arah.
Para ilmuwan menduga, kumbang itu tidak bisa menggunakan semua sumber cahaya sebagai pemandu arah dan punya hierarki preferensi tentang sumber cahaya. Kalau bulan dan bintang terlihat bersamaan mungkin mereka menggunakan salah satunya.
Dan saat mendung pada malam hari tanpa bulan atau bintang, "Mereka mungkin hanya tinggal di rumah," kata Byrne seperti dikutip Reuters.
(ANT)
Menurut peneliti dari Afrika Selatan dan Swedia, kumbang-kumbang kecil bermata lemah itu menggunakan gradasi cahaya bintang-bintang Galaksi Bima Sakti untuk memastikan mereka menggelindingkan bola kotoran dalam garis lurus agar tidak kembali ke persaingan di tumpukan kotoran.
"Kumbang kotoran tidak peduli ke arah mana mereka pergi, mereka hanya butuh segera meninggalkan pusat pertarungan di tumpukan kotoran," kata Prof Marcus Byrne dari University of Witwatersrand di Johannesburg di laman resmi unversitas.
Sebelumnya tim Byrne menemukan bahwa kumbang kotoran menggunakan matahari, bulan dan polarisasi cahaya untuk menemukan arah saat meninggalkan tumbukan kotoran.
Pada percobaan selanjutnya tim Byrne menggunakan simulasi langit malam di Planetarium Witwatersrand untuk melihat pengaruhnya terhadap pergerakan kumbang kotoran. Mereka menemukan, kumbang-kumbang itu juga menggunakan bintang-bintang Bima Sakti sebagai pemandu arah.
Para ilmuwan menduga, kumbang itu tidak bisa menggunakan semua sumber cahaya sebagai pemandu arah dan punya hierarki preferensi tentang sumber cahaya. Kalau bulan dan bintang terlihat bersamaan mungkin mereka menggunakan salah satunya.
Dan saat mendung pada malam hari tanpa bulan atau bintang, "Mereka mungkin hanya tinggal di rumah," kata Byrne seperti dikutip Reuters.
(ANT)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRIN ungkap dua spesies katak bertaring endemik di Pegunungan Meratus Kalimantan
16 July 2025 13:58 WIB
BKSDA Kalteng bersama mitra gali strategi optimalkan pemutakhiran data konservasi orang utan
23 June 2025 15:16 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Kemkomdigi umumkan tiga operator seluler ikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
06 May 2026 18:13 WIB