10 persen anak sekolah butuh kacamata
Minggu, 7 April 2013 14:43 WIB
Seorang petugas optik memasangkan alat refraksi untuk mengukur ketajaman mata seorang pelajar SD (ANTARA/Saptono) Ist
Semarang (ANTARA
News) - Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Tengah
memperkirakan 10 persen anak usia sekolah di wilayah itu mengalami
kelainan refraksi sehingga sangat memerlukan kacamata.
"Pada beberapa pemeriksaan mata yang kami lakukan di sekolah-sekolah, kami selalu temukan kelainan refraksi pada mata, khususnya rabun jauh," kata anggota Perdami Jateng Trilaksana N. di Semarang, Sabtu.
Trilaksana menyebutkan, kelainan refraksi mata ini bisa diatasi dengan memakai kacamata, namun orang tua kerap menolak dengan berbagai alasan, seperti kasihan anak masih kecil sudah berkacamata.
"Padahal, memakai kacamata itu bisa mengoreksi kelainan refraksi mata yang diderita anak sejak dini," katanya.
Dia mengungkapkan refraksi mata terjadi karena sebab genetis dari orang tua atau lingkungan dan perilaku.
"Perilaku sehari-hari, misalnya, kebiasaan bermain game di komputer dan telepon seluler. Saat bermain game, anak kan jarang berkedip. Mata jadi capek, kering, dan memengaruhi kelainan refraksi," katanya.
Oleh karena itu, Trilaksana berharap masyarakat menyadari pentingnya kesehatan mata dan menyebutkan bahwa koreksi lewat pemakaian kacamata lebih maksimal jika dilakukan sejak dini.
"Pada beberapa pemeriksaan mata yang kami lakukan di sekolah-sekolah, kami selalu temukan kelainan refraksi pada mata, khususnya rabun jauh," kata anggota Perdami Jateng Trilaksana N. di Semarang, Sabtu.
Trilaksana menyebutkan, kelainan refraksi mata ini bisa diatasi dengan memakai kacamata, namun orang tua kerap menolak dengan berbagai alasan, seperti kasihan anak masih kecil sudah berkacamata.
"Padahal, memakai kacamata itu bisa mengoreksi kelainan refraksi mata yang diderita anak sejak dini," katanya.
Dia mengungkapkan refraksi mata terjadi karena sebab genetis dari orang tua atau lingkungan dan perilaku.
"Perilaku sehari-hari, misalnya, kebiasaan bermain game di komputer dan telepon seluler. Saat bermain game, anak kan jarang berkedip. Mata jadi capek, kering, dan memengaruhi kelainan refraksi," katanya.
Oleh karena itu, Trilaksana berharap masyarakat menyadari pentingnya kesehatan mata dan menyebutkan bahwa koreksi lewat pemakaian kacamata lebih maksimal jika dilakukan sejak dini.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Kalteng gratiskan ribuan paket sembako untuk ojol hingga petugas kebersihan
18 March 2026 15:00 WIB
Bank Kalteng bagikan 150 paket sembako kepada petugas kebersihan di Palangka Raya
10 March 2026 19:46 WIB
Kembali berulah dengan menyamar jadi petugas elpiji, residivis ditangkap polisi
03 March 2026 21:12 WIB
Di Balik Suksesnya Peresmian Sekolah Rakyat oleh RI 1, Ada Petugas PLN yang Siaga
14 January 2026 18:24 WIB
Bea Cukai Palangka Raya imbau masyarakat waspadai penipuan online catut nama petugas
23 December 2025 16:25 WIB