Meutia Hatta tanggapi kurikulum 2013
Kamis, 1 Agustus 2013 15:08 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Meutia Hatta (ANTARA/Reno Esnir)Istimewa
Beijing (ANTARA
News) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Meutia Hatta mengatakan
pelaksanaan kurikulum 2013 diharapkan berjalan baik meski belum
diterapkan di semua sekolah di Indonesia.
"Ini kan baru mulai. Kita harapkan pelaksanaan awalnya berjalan baik sehingga selanjutnya juga semakin baik," katanya, setelah berkunjung ke ke Pusat Asean- China di Beijing, Selasa malam.
Ia menambahkan, terutama dalam tahap ini adalah penyiapan kemampuan para guru sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum 2013.
Ia mengatakan kurikulum 2013 menekankan pula peran target="_blank"> dalam proses belajar mengajar, pembangunan karakter yang positif bagi para peserta didik sehingga generasi mendatang tetap memiliki jati diri bangsa Indonesia dan berkualitas.
"Mata pelajaran seperti sejarah, yang bernafaskan kebangsaan, cinta tanah air, tetap ditekankan pada kurikulum 2013. Bagaimana pun rasa cinta tanah air yang ditanamkan sejak dini akan memberikan keunggulan tersendiri bagi bangsa dan Indonesia di era persaingan global."
Ia menambahkan, "Anak-anak Indonesia bukan anak yang bodoh. Mereka pintar-pintar. Tapi pendidikan tidak saja mencetak generasi yang pintar, tetapi bagaimana pendidikan bisa mencetak generasi yang tahu pasti dengan kemampuan dan kepintarannya bisa menyumbangkan hal positif bagi bangsanya."
Meutia mengatakan keunggulan suatu bangsa sangat tergantung pada sistem pendidikannya.
Dan sistem pendidikan yang mengarahkan pada pembentukan karakter generasi berkualitas, cinta tanah air dan bangsanya, itu yang sedang terus dilaksanakan salah satunya melalui kurikulum 2013 ini, ujarnya menekankan.
Kurikulum 2013 baru dilaksanakan di 6.325 sekolah di 295 kabupaten dan 33 kota yakni 2.598 sekolah dasar, 1.436 Sekolah Menegah Pertama, 1.270 Sekolah Menengah Atas dan 1.021 SMK.
"Ini kan baru mulai. Kita harapkan pelaksanaan awalnya berjalan baik sehingga selanjutnya juga semakin baik," katanya, setelah berkunjung ke ke Pusat Asean- China di Beijing, Selasa malam.
Ia menambahkan, terutama dalam tahap ini adalah penyiapan kemampuan para guru sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum 2013.
Ia mengatakan kurikulum 2013 menekankan pula peran target="_blank"> dalam proses belajar mengajar, pembangunan karakter yang positif bagi para peserta didik sehingga generasi mendatang tetap memiliki jati diri bangsa Indonesia dan berkualitas.
"Mata pelajaran seperti sejarah, yang bernafaskan kebangsaan, cinta tanah air, tetap ditekankan pada kurikulum 2013. Bagaimana pun rasa cinta tanah air yang ditanamkan sejak dini akan memberikan keunggulan tersendiri bagi bangsa dan Indonesia di era persaingan global."
Ia menambahkan, "Anak-anak Indonesia bukan anak yang bodoh. Mereka pintar-pintar. Tapi pendidikan tidak saja mencetak generasi yang pintar, tetapi bagaimana pendidikan bisa mencetak generasi yang tahu pasti dengan kemampuan dan kepintarannya bisa menyumbangkan hal positif bagi bangsanya."
Meutia mengatakan keunggulan suatu bangsa sangat tergantung pada sistem pendidikannya.
Dan sistem pendidikan yang mengarahkan pada pembentukan karakter generasi berkualitas, cinta tanah air dan bangsanya, itu yang sedang terus dilaksanakan salah satunya melalui kurikulum 2013 ini, ujarnya menekankan.
Kurikulum 2013 baru dilaksanakan di 6.325 sekolah di 295 kabupaten dan 33 kota yakni 2.598 sekolah dasar, 1.436 Sekolah Menegah Pertama, 1.270 Sekolah Menengah Atas dan 1.021 SMK.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IKIAD Kapuas beri semangat dan penguatan iman bagi warga binaan perempuan
29 December 2025 18:40 WIB
Dewan Perancang Busana Amerika umumkan larangan bulu binatang asli di 2026
11 December 2025 13:54 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Prabowo klaim efisiensi Rp308 triliun, dialihkan untuk dukung program produktif
14 February 2026 0:05 WIB
Dekat pusat ibadah, Danantara siap perluasan investasi lahan kampung haji
13 February 2026 23:57 WIB