Jakarta (ANTARA
News) - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Ketua Umum
Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum menilai,
pencopotan Sekretaris Fraksi PD Saan Mustopa dan Ketua Komisi III DPR RI
Gede Pasek Suardika tak lain karena korban "manajemen paranoid".
"Hanya korban dari manajemen paranoid," kata Anas melalui pesan singkat BBM, Jakarta, Rabu.
Ditambahkannya, Partai Demokrat saat ini tak lagi menggunakan azaz meritokrasi.
"Pokok masalahnya adalah bahwa kacamata meritokrasi diganti dengan jilatokrasi. Yang cakap, berprestasi dan loyal pada tugas malah diganti dengan alasan katrok yang dicari-cari," ujar Anas.
Saan dan Pasek dicopot dari jabatannya karena diketahui
menghadiri deklarasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang
didirikan oleh Anas. Namun, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali
Assegaf membantah hal tersebut.
"Ini hanya rotasi dan rotasi sebuah keniscayaan. Kita berikan
kesempatan kepada anggota DPR RI yang lain untuk menduduki jabatan di
komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan. Jadi tak ada hubungan dengan
PPI," kata Nurhayati.
Sekretaris Fraksi PD, Saan Mustopa digantikan Tengku Riefky
Pasha. Selanjutnya, Ketua Komisi III yang dijabat oleh Pasek Suardika
diganti oleh Ruhut Sitompul. Lalu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI diisi
oleh Azzam Natawijaya yang menggantikan Benny K Harman.
Anas : Saan Dan Pasek Korban Managemen Paranoid
Kamis, 19 September 2013 12:31 WIB
Anas Urbaningrum (ANTARA/Ridhwan Ermalamora Siregar/HO), Istimewa
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026