Warga Kecamatan Montallat Tolak Lokasi Pasar Baru
Senin, 21 Oktober 2013 22:21 WIB
Ilustrasi, Salah satu pasar tradisional yang ada di Kota Palangka Raya (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)
Muara Teweh, 21/10 (Antara) - Warga dan pedagang Kelurahan Tumpung Laung, Kecamatan Montalat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menolak pemindahan lokasi pasar baru kelurahan setempat.
"Kami tetap menolak relokasi dan pemindahan lokasi Pasar Maju Tumpung Laung ke tempat baru. Boleh saja dipindah, tetapi lokasinya harus tetap berada tak jauh dari bantaran sungai," kata warga Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat, Ahmad Riduansyah di Muara Teweh, Senin.
Menurut Riduansyah, jika pasar baru dipindah ke lokasi baru yang jauh dari pinggiran sungai, akan sulit mengawasi barang yang ditinggal. Begitu pun warga yang berbelanja akan banyak membutuhkan biaya guna angkutan barang.
Selain itu, kata dia, keamanan barang dan kelotok maupun kapal yang ditinggalkan tidak terjamin, karena terlalu jauh dari penglihatan para pedagang.
"Lokasi pasar baru yang telah dibeli pemerintah daerah, juga terlalu jauh dari pemukiman penduduk maupun dari badan jalan umum. Akibatnya barang dan dagangan pedagang yang ditinggalkan jadi rawan hilang," katanya.
Dia mengatakan, penolakan warga ini dengan membuat surat kepada pemerintah daerah dan pihak kecamatan bisa memikirkan dampak ini, sehingga dalam menentukan lokasi baru bisa bernilai positif baik untuk warga dan juga pedagang.
Hal yang disampaikan ini adalah protes tertulis kedua yang mereka sampaikan. Malah permasalahan ini kata perwakilan warga, sudah sampai ke Bupati Barito Utara yang baru, Nadalsyah.
Ada sebanyak 60 tanda tangan warga dan pedagang di surat itu. Dalam suratnya, mereka meminta pemindahan lokasi pasar dapat dievaluasi. Sebab lokasi pasar baru sangat jauh dari bantaran Sungai Barito.
(T.K009/B/Z002/Z002)
"Kami tetap menolak relokasi dan pemindahan lokasi Pasar Maju Tumpung Laung ke tempat baru. Boleh saja dipindah, tetapi lokasinya harus tetap berada tak jauh dari bantaran sungai," kata warga Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat, Ahmad Riduansyah di Muara Teweh, Senin.
Menurut Riduansyah, jika pasar baru dipindah ke lokasi baru yang jauh dari pinggiran sungai, akan sulit mengawasi barang yang ditinggal. Begitu pun warga yang berbelanja akan banyak membutuhkan biaya guna angkutan barang.
Selain itu, kata dia, keamanan barang dan kelotok maupun kapal yang ditinggalkan tidak terjamin, karena terlalu jauh dari penglihatan para pedagang.
"Lokasi pasar baru yang telah dibeli pemerintah daerah, juga terlalu jauh dari pemukiman penduduk maupun dari badan jalan umum. Akibatnya barang dan dagangan pedagang yang ditinggalkan jadi rawan hilang," katanya.
Dia mengatakan, penolakan warga ini dengan membuat surat kepada pemerintah daerah dan pihak kecamatan bisa memikirkan dampak ini, sehingga dalam menentukan lokasi baru bisa bernilai positif baik untuk warga dan juga pedagang.
Hal yang disampaikan ini adalah protes tertulis kedua yang mereka sampaikan. Malah permasalahan ini kata perwakilan warga, sudah sampai ke Bupati Barito Utara yang baru, Nadalsyah.
Ada sebanyak 60 tanda tangan warga dan pedagang di surat itu. Dalam suratnya, mereka meminta pemindahan lokasi pasar dapat dievaluasi. Sebab lokasi pasar baru sangat jauh dari bantaran Sungai Barito.
(T.K009/B/Z002/Z002)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siapkan penanggulangan karhutla, Medco dan PLN latihan gabungan tanggap darurat
10 May 2026 14:09 WIB
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Pemkab Barut prioritaskan pengendalian inflasi untuk stabilitas harga kebutuhan pokok
11 May 2026 16:33 WIB
Siapkan penanggulangan karhutla, Medco dan PLN latihan gabungan tanggap darurat
10 May 2026 14:09 WIB
Tugas baru di Dinas Nakertranskop UKM Barut, Agus Siswadi siap jalankan amanah
10 May 2026 13:48 WIB
Pamit dari Disnakertranskop UKM Barut, Mastur ungkap capaian penurunan pengangguran
09 May 2026 21:45 WIB