Muara Teweh, 13/1 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, meminta warga masyarakat dan petugas kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah penyakit setelah banjir surut.

"Saya minta petugas kesehatan tetap memantau kesehatan warga terhadap kemungkinan berjangkitnya penyakit setelah banjir surut," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara (Barut), Robansyah di Muara Teweh, Senin.

Dia mengatakan, penyakit yang rawan menyerang warga akibat banjir ini diantaranya gatal-gatal, diare dan demam berdarah sehingga masyarakat diminta memperhatikan kebersihan lingkungannya masing-masing.

Waspada penyakit pascabanjir sudah disosialisasikan kepada masyarakat, bagi yang sudah menderita penyakit harap berobat ke Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lainnya.

"Kita harapkan tidak ada warga yang menderita penyakit pascabanjir ini," katanya.

Pemantauan di Muara Teweh, banjir yang melanda wilayah pedalaman Kalteng ini akibat meluapnya Sungai Barito ini ketinggian air sudah surut.

Beberapa kawasan pada penduduk yang biasa menjadi langganan banjir antara lain, Jalan Merak, Jalan Cempaka Putih, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Dahlia kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

Sementara Kasi Angkutan Sungai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barut, Rizalfi mengatakan meski banjir mulai surut, namun debit air Sungai Barito masih di atas normal sehingga tongkang pengangkut batu bara dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan KH Hasan Basri di Muara Teweh.

"Sejak Selasa (7/1) hingga sekarang semua angkutan tambang dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan karena permukaan air Sungai Barito masih di atas normal," katanya.

Ketinggian air permukaan Sungai Barito pada Senin pagi tercatat 12 meter dan masih di atas normal, sehingga tongkang dan kapal besar tidak bisa melintas di bawah jembatan sepanjang 270 meter yang dibangun pada 1990 itu.

"Untuk sementara transportasi sungai khususnya angkutan kapal bertonase besar yang bermuatan dari hulu ke hilir dihentikan sampai kondisi air sungai turun," katanya.


(T.K009/B/S019/S019)