Mendagri Siap "Pasang Badan" Berhadapan Penghina Presiden
Senin, 29 Juni 2015 15:03 WIB
Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo. (AntaraNews)
Jakarta (Antara Kalteng) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku siap pasang badan berhadapan dengan siapa saja yang menghina Presiden Joko Widodo.
Hal itu dikatakan Mendagri Tjahjo di Jakarta, Senin, terkait dugaan adanya sejumlah menteri dan tokoh yang menyampaikan pendapat secara tidak layak.
"Sebagai Mendagri, tadi pagi saya sampaikan kepada Presiden bahwa siapa saja yang menghina Presiden, menghina lambang Negara, maka Mendagri siap membela. Siapa pun itu," ucap Tjahjo di Gedung Kemendagri, menegaskan.
Dia mendapati ada sejumlah menteri dan tokoh politik yang menyampaikan pendapatnya di hadapan publik tentang kritik terhadap Presiden Joko Widodo.
Terkait akan hal itu, Mendagri memperingatkan supaya pendapat dan kritik tersebut disampaikan langsung kepada Presiden, bukan kepada media massa terlebih dahulu dengan menggunakan kata-kata tidak sopan.
"Para pimpinan partai, anggota DPR kalau mau memberikan masukan dan saran secara terbuka kepada media, pers, silakan saja. Tapi jangan kasar kepada Presiden," ujarnya.
Kepada para menteri di jajaran Kabinet Kerja, Tjahjo juga memperingatkan untuk fokus bekerja daripada mengumbar pendapat ke media massa menjelang isu perombakan susunan atau "reshuffle" Kabinet.
Sebelumnya, Mendagri mengungkapkan ada beberapa menteri yang "mengecilkan" Presiden Joko Widodo.
"(Ada) orang yang suka mengecilkan Presiden-nya dari belakang layar, tidak berterima kasih sudah diberi jabatan sebagai pembantu radja (Presiden)," kata Tjahjo dalam pesannya yang diterima di Jakarta, Minggu malam.
Tjahjo mengaku mengantongi nama siapa saja menteri yang bertentangan dengan Presiden Joko Widodo. Namun, dia enggan menyebutkan lebih lanjut nama-nama tersebut.
Dia memperingatkan kepada para menteri di Kabinet Kerja untuk menanggalkan kemasan partai dan golongan profesional mereka, untuk fokus pada program kerja Pemerintah sesuai bidang masing-masing.
"Pembantu Presiden (menteri, red.) itu satu, artinya sudah tidak ada lagi sekat dari partainya. Semua itu kan pembantu Presiden, sesuai dengan bidangnya masing-masing," tuturnya.
Tjahjo mengatakan bahwa Presiden telah menginstruksikan semua menterinya untuk fokus bekerja dalam menjalankan pemerintahan.
Oleh karena itu, dia meminta kepada para menteri untuk tidak membuat pernyataan yang bertentangan dengan kebijakan Presiden kepada media.
"Beliau (Presiden Joko Widodo) sudah menginstruksikan kepada para menteri untuk fokus kerja. Saya juga mengajak para menteri untuk jangan membuat pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Presiden," ujarnya.
Hal itu dikatakan Mendagri Tjahjo di Jakarta, Senin, terkait dugaan adanya sejumlah menteri dan tokoh yang menyampaikan pendapat secara tidak layak.
"Sebagai Mendagri, tadi pagi saya sampaikan kepada Presiden bahwa siapa saja yang menghina Presiden, menghina lambang Negara, maka Mendagri siap membela. Siapa pun itu," ucap Tjahjo di Gedung Kemendagri, menegaskan.
Dia mendapati ada sejumlah menteri dan tokoh politik yang menyampaikan pendapatnya di hadapan publik tentang kritik terhadap Presiden Joko Widodo.
Terkait akan hal itu, Mendagri memperingatkan supaya pendapat dan kritik tersebut disampaikan langsung kepada Presiden, bukan kepada media massa terlebih dahulu dengan menggunakan kata-kata tidak sopan.
"Para pimpinan partai, anggota DPR kalau mau memberikan masukan dan saran secara terbuka kepada media, pers, silakan saja. Tapi jangan kasar kepada Presiden," ujarnya.
Kepada para menteri di jajaran Kabinet Kerja, Tjahjo juga memperingatkan untuk fokus bekerja daripada mengumbar pendapat ke media massa menjelang isu perombakan susunan atau "reshuffle" Kabinet.
Sebelumnya, Mendagri mengungkapkan ada beberapa menteri yang "mengecilkan" Presiden Joko Widodo.
"(Ada) orang yang suka mengecilkan Presiden-nya dari belakang layar, tidak berterima kasih sudah diberi jabatan sebagai pembantu radja (Presiden)," kata Tjahjo dalam pesannya yang diterima di Jakarta, Minggu malam.
Tjahjo mengaku mengantongi nama siapa saja menteri yang bertentangan dengan Presiden Joko Widodo. Namun, dia enggan menyebutkan lebih lanjut nama-nama tersebut.
Dia memperingatkan kepada para menteri di Kabinet Kerja untuk menanggalkan kemasan partai dan golongan profesional mereka, untuk fokus pada program kerja Pemerintah sesuai bidang masing-masing.
"Pembantu Presiden (menteri, red.) itu satu, artinya sudah tidak ada lagi sekat dari partainya. Semua itu kan pembantu Presiden, sesuai dengan bidangnya masing-masing," tuturnya.
Tjahjo mengatakan bahwa Presiden telah menginstruksikan semua menterinya untuk fokus bekerja dalam menjalankan pemerintahan.
Oleh karena itu, dia meminta kepada para menteri untuk tidak membuat pernyataan yang bertentangan dengan kebijakan Presiden kepada media.
"Beliau (Presiden Joko Widodo) sudah menginstruksikan kepada para menteri untuk fokus kerja. Saya juga mengajak para menteri untuk jangan membuat pernyataan yang bertentangan dengan pernyataan Presiden," ujarnya.
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Alasan polisi belum tangkap terduga penghina Ibu Negara Iriana Jokowi
21 November 2022 19:40 WIB, 2022
Tersangka kasus penghinaan Ahok berusaha hilangkan jejak dengan ganti akun IG
07 August 2020 20:21 WIB, 2020
Organisasi paramedis laporkan akun penghina perawat dan bidan ke polisi
02 April 2020 18:44 WIB, 2020