Palangka Raya (Antara Kalteng) - Tim dokter pemeriksa kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Doris Silvanus telah memeriksa fungsi telinga, hidung dan tenggorokan (THT) tiga bakal calon Gubernur Kalimantan Tengah.

Selain memeriksa THT juga telah memeriksa darah maupun tes psikotes yang bertujuan menilai kecapakan para bacagub tersebut, kata perwakilan Tim Medis Pilkada Kalteng dr.Mikko Uriamapas di Palangka Raya, Kamis.

"Setelah itu kami juga akan memeriksa fungsi mata, gigi serta mulut. Dan, Jumat (31/7), kami akan memeriksa fungsi jantung, paru, EKG dan penyakit umum lainnya," katanya.

Setelah melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan tersebut, Tim Medis Pilkada Kalteng, Sabtu (1/8), akan melakukan rapat pleno untuk menentukan kondisi kesehatan tiga Bacagub Kalteng itu.

Mikko yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalteng itu mengatakan hasil dari rapat tersebut, Senin (2/8), akan diumumkan apakah para bacagub tersebut telah memenuhi persyaratan.

"Kami para dokter yang bertugas memeriksa kesehatan para bacagub berkomitmen akan bekerjsa secara professional. Kami akan menyampaikan kondisi yang sebenarnya terkait hasil pemeriksaan," ucap miko.

Bacagub Kalteng yang telah mendaftar ke KPU ada tiga pasang, yakni Ujang Iskadar berpasangan dengan Jawawi, Willy M Yosep berpasangan dengan Wahyudi K Anwar, dan Sugianto Sabran berpasangan dengan Habib Ismail.

Pasangan Ujang/Jawawi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU Kalteng, Senin (27/7), didukung empat partai politik, yakni Partai Nasdem lima kursi, PKPI 1 kursi, Partai Hanura 1 kursi, dan PPP tiga kursi dengan surat rekomendasi dari versi Djan Faridz maupun Romahurmuziy (Romi).

Pasangan Willy/Wahyudi pendaftar kedua yang datang ke KPU Kalteng diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan telah memenuhi syarat pencalonan partai politik karena memiliki 11 kursi di DPRD Provinsi.

Sedangkan, pasangan Sugianto/Habib merupakan pendaftar ketiga, Selasa (28/7), yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Djan Faridz.