
Legislator Kalteng sebut tak berlebihan Bank Kalteng 'Go Publik'

Palangka Raya (ANTARA) - Legislator Kalimantan Tengah Freddy Ering menilai langkah Bank Kalteng untuk melantai di bursa saham atau Go Publik pada dua atau tiga tahun kedepan, merupakan hal yang wajar dan tidak berlebihan.
Hal itu terlihat dari berbagai pencapaian Bank Kalteng selama tahun 2025 yang disampaikan pada saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kalteng, kata Freddy Ering melalui pesan singkat diterima di Palangka Raya, Rabu.
"Secara umum dari segi aset, Bank Kalteng mengalami kenaikan 22,20 persen menjadi 20,6 trilyun, penyaluran kredit pun naik 9 persen atau mencapai 11,7 triliun," ucapnya.
Selain itu, lanjut Anggota Komisi I DPRD Kalteng ini, dana pihak ketiga yang berada di Bank Kalteng mengalami lonjakan 28 persen atau 13,8 triliun, laba bersih naik 27 persen menjadi 400 miliar, dan NPL net atau kredit macet masih sangat terkendali di 1,37 persen.
"Tingkat pelayanan Bank Kalteng pun makin baik, kinerja keuangan makin sehat dan aset makin besar, menjadikan daya saing Bank Kalteng yang makin kompetitif," kata Freddy Ering.
Dia pun menyebut Komisi I DPRD Kalteng pada prinsipnya sangat mengapresiasi progres dan performance yang ditunjukkan Bank Kalteng, dan mendukung sepenuhnya keinginan dan harapan untuk dapat Go Publik. Termasuk juga rencana membuka Cabang Bank Kalteng di Jakarta patut untuk disambut baik.
Baca juga: Kanwil Kemenkum Kalteng-DPRD Kalteng perkuat sinergi pembentukan produk hukum
Meski begitu, menurut dia, untuk mengarah ke berbagai rencana Bank Kalteng itu, tetap perlu memperkuat modal inti menjadi Rp6 triliun, terus meningkatkan kualitas pelayanan, peningkatan sarana dan fasilitas pelayanan, produk-produk perbankan, digitalisasi dan IT.
Jajaran Bank Kalteng lebih agresif merangkul kalangan korporasi atau perusahaan-perusahaan, baik perkebunan maupun pertambangan sekaligus terus diusahakan perluasan jaringan pelayanan sampai ke pelosok2 Kalimantan Tengah.
"Dengan begitu, julukan Bank Kalteng sebagai Bank Ulu Itah bukan sekedar slogan," demikian Freddy Ering.
Baca juga: Waket DPRD Kalteng ajak masyarakat tak terprovokasi isu perubahan mekanisme Pilkada
Baca juga: Legislator Kalteng ini tidak setuju kepala daerah dipilih DPRD
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
