Sampit (Antara Kalteng) - Keberadaan pasar dadakan makin diminati masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terlebih saat bulan suci Ramadhan ini karena dinilai sangat membantu.
"Bulan puasa ini kadang malas kalau harus berbelanja ke pasar saat pagi atau siang. Makanya mending ke pasar dadakan saja karena bukanya mulai sore sampai malam, jadi tidak panas," kata Maria, warga Jalan Muchran Ali Sampit, Sabtu.
Pasar dadakan atau sering pula disebut Pasar Malam, muncul di kawasan permukiman dengan memanfaatkan lahan kosong milik warga atau lapangan olahraga. Barang kebutuhan yang dijual juga cukup komplit seperti di pasar pada umumnya.
Di Kecamatan Baamang, pasar dadakan di antaranya terdapat di Jalan Sarigading pada Kamis malam, lapangan sepak bola SMP 3 Sampit pada Sabtu malam, Tidar Raya dan Wengga Metropolitan. Sedangkan di Kecamatam Mentawa Baru Ketapang terdapat di halaman eks Plasa Sampit dan Jalan Teratai IV.
Banyak warga menyebut harga sejumlah komoditas di pasar dadakan, khususnya sayuran, justru lebih murah dibanding di pasar tradisional. Penyebabnya, yang berjualan di pasar dadakan sebagian merupakan petani yang menanam sendiri sayuran sehingga mereka bisa menjual dengan harga lebih murah.
Sarengkeh, salah seorang penjual sayuran mengaku senang karena pembeli selama Ramadhan ini meningkat dibanding biasanya. Dia berharap pembeli selalu ramai sehingga pedagang bisa mendapatkan penghasilan lumayan.
"Sebagian besar warga berbelanja bahan-bahan untuk membuat menu berbuka puasa dan sahur. Mungkin malas ke pasar makanya berbelanja di pasar dadakan karena dekat rumah mereka," kata Sarengkeh.
Keberadaan pasar dadakan sempat menuai pro dan kontra karena pedagang di pasar tradisional protes karena mereka menilai omset mereka turun imbas maraknya pasar dadakan. Namun masyarakat justru merasa terbantu karena pasar dadakan dekat dengan tempat tinggal mereka sehingga tidak menyita waktu dan tenaga mereka jika ingin berbelanja.
"Bulan puasa ini kadang malas kalau harus berbelanja ke pasar saat pagi atau siang. Makanya mending ke pasar dadakan saja karena bukanya mulai sore sampai malam, jadi tidak panas," kata Maria, warga Jalan Muchran Ali Sampit, Sabtu.
Pasar dadakan atau sering pula disebut Pasar Malam, muncul di kawasan permukiman dengan memanfaatkan lahan kosong milik warga atau lapangan olahraga. Barang kebutuhan yang dijual juga cukup komplit seperti di pasar pada umumnya.
Di Kecamatan Baamang, pasar dadakan di antaranya terdapat di Jalan Sarigading pada Kamis malam, lapangan sepak bola SMP 3 Sampit pada Sabtu malam, Tidar Raya dan Wengga Metropolitan. Sedangkan di Kecamatam Mentawa Baru Ketapang terdapat di halaman eks Plasa Sampit dan Jalan Teratai IV.
Banyak warga menyebut harga sejumlah komoditas di pasar dadakan, khususnya sayuran, justru lebih murah dibanding di pasar tradisional. Penyebabnya, yang berjualan di pasar dadakan sebagian merupakan petani yang menanam sendiri sayuran sehingga mereka bisa menjual dengan harga lebih murah.
Sarengkeh, salah seorang penjual sayuran mengaku senang karena pembeli selama Ramadhan ini meningkat dibanding biasanya. Dia berharap pembeli selalu ramai sehingga pedagang bisa mendapatkan penghasilan lumayan.
"Sebagian besar warga berbelanja bahan-bahan untuk membuat menu berbuka puasa dan sahur. Mungkin malas ke pasar makanya berbelanja di pasar dadakan karena dekat rumah mereka," kata Sarengkeh.
Keberadaan pasar dadakan sempat menuai pro dan kontra karena pedagang di pasar tradisional protes karena mereka menilai omset mereka turun imbas maraknya pasar dadakan. Namun masyarakat justru merasa terbantu karena pasar dadakan dekat dengan tempat tinggal mereka sehingga tidak menyita waktu dan tenaga mereka jika ingin berbelanja.