Sip! Pemkab Barito Utara Siapkan 7 Rumah Singgah Bersalin
Selasa, 3 Oktober 2017 20:16 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Robansyah memberikan bingkisan kepada bidan berprestasi. (FOTO ANTARA Kalteng/Kasriadi)
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menyiapkan tujuh rumah singgah bersalin untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak dalam proses persalinan.
"Saat ini kami telah menyiapkan tujuh rumah singgah bersalin yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Robansyah di Muara Teweh, Selasa.
Menurut Robansyah, tujuh rumah tunggu persalinan tersebut berada di Desa Lampeong Kecamatan Gunung Purei, Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat, Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur, Kelurahan Lahei II Kecamatan Lahei, Kandui Kecamatan Gunung Timang, Sei Rahayu Kecamatan Teweh Tengah dan Muara Teweh.
Fasilitasnya telah dilengkapi oleh Dinas Kesehatan mulai dari tempat tidur, peralatan memasak dan lainnya.
"Kami terus mengimbau agar para ibu hamil melakukan persalinan di tempat-tempat pelayanan kesehatan pemerintah," katanya.
Robansyah menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan terkait masalah bidan tidak boleh lagi melakukan persalinan di rumah pasien dan hal ini pelan-pelan pihaknya menggiring masyarakat di Barito Utara agar mau bersalin di sarana kesehatan yang telah dipersiapkan.
Selama ini program yang sudah dijalankan Dinas Kesehatan yakni terus melengkapi beberapa fasilitas tempat pelayanan kesehatan dengan rumah tunggu persalinan.
"Jadi di rumah tunggu ini, ibu hamil yang persalinannya tinggal menghitung hari bisa didampingi pihak keluarga dekatnya seperti suami, orang tua dan lainnya, dan saat ingin mendekati waktu persalinan dibawa ke puskesmas," kata dia.
Dia mengatakan manfaat bagi ibu hamil yang tinggal di rumah tunggu persalinan tersebut, salah satunya yakni bisa cepat mendapatkan penanganan medis, apabila sudah tiba waktunya melahirkan karena letak rumah tunggu berada dekat dengan tempat pelayanan kesehatan, serta kesehatan calon ibu dan janinnya juga bisa lebih mudah untuk dipantau oleh tenaga kesehatan.
Bahkan pemerintah melaui program Jaminan Persalinan (Jampersal) juga membantu keluarga ibu hamil dengan menjamin keperluan-keperluan selama ibu hamil beserta keluarga yang mendampingi tinggal di rumah tunggu tersebut.
"Jadi ini salah satu cara kita untuk mendorong masyarakat supaya mau bersalin di sarana kesehatan pemerintah, dan dalam hal ini juga tidak ada dipungut biaya," ujar Robansyah.
"Saat ini kami telah menyiapkan tujuh rumah singgah bersalin yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Robansyah di Muara Teweh, Selasa.
Menurut Robansyah, tujuh rumah tunggu persalinan tersebut berada di Desa Lampeong Kecamatan Gunung Purei, Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat, Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur, Kelurahan Lahei II Kecamatan Lahei, Kandui Kecamatan Gunung Timang, Sei Rahayu Kecamatan Teweh Tengah dan Muara Teweh.
Fasilitasnya telah dilengkapi oleh Dinas Kesehatan mulai dari tempat tidur, peralatan memasak dan lainnya.
"Kami terus mengimbau agar para ibu hamil melakukan persalinan di tempat-tempat pelayanan kesehatan pemerintah," katanya.
Robansyah menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan terkait masalah bidan tidak boleh lagi melakukan persalinan di rumah pasien dan hal ini pelan-pelan pihaknya menggiring masyarakat di Barito Utara agar mau bersalin di sarana kesehatan yang telah dipersiapkan.
Selama ini program yang sudah dijalankan Dinas Kesehatan yakni terus melengkapi beberapa fasilitas tempat pelayanan kesehatan dengan rumah tunggu persalinan.
"Jadi di rumah tunggu ini, ibu hamil yang persalinannya tinggal menghitung hari bisa didampingi pihak keluarga dekatnya seperti suami, orang tua dan lainnya, dan saat ingin mendekati waktu persalinan dibawa ke puskesmas," kata dia.
Dia mengatakan manfaat bagi ibu hamil yang tinggal di rumah tunggu persalinan tersebut, salah satunya yakni bisa cepat mendapatkan penanganan medis, apabila sudah tiba waktunya melahirkan karena letak rumah tunggu berada dekat dengan tempat pelayanan kesehatan, serta kesehatan calon ibu dan janinnya juga bisa lebih mudah untuk dipantau oleh tenaga kesehatan.
Bahkan pemerintah melaui program Jaminan Persalinan (Jampersal) juga membantu keluarga ibu hamil dengan menjamin keperluan-keperluan selama ibu hamil beserta keluarga yang mendampingi tinggal di rumah tunggu tersebut.
"Jadi ini salah satu cara kita untuk mendorong masyarakat supaya mau bersalin di sarana kesehatan pemerintah, dan dalam hal ini juga tidak ada dipungut biaya," ujar Robansyah.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kapuas tegaskan komitmen tingkatkan kapasitas SDM tenaga kesehatan
13 February 2026 13:59 WIB
Bandara Tjilik Riwut: Bulan K3 momentum menjaga keberlanjutan budaya kerja aman
12 February 2026 16:07 WIB
Pemkab Kobar optimalkan program kesehatan lewat evaluasi UHC melibatkan masyarakat
12 February 2026 7:37 WIB
Kotawaringin Timur terpilih sebagai percontohan program Integrasi Layanan Primer
11 February 2026 16:59 WIB
Kunjungi RSUD Muara Teweh, Ketua PKK Barut dukung sinergi kesehatan masyarakat
09 February 2026 17:26 WIB
DPRD Pulang Pisau soroti pencabutan PBI BPJS Kesehatan beratkan masyarakat
09 February 2026 15:42 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Pemkab Barut tekankan sinergi dan efektivitas program melalui forum perangkat daerah
13 February 2026 20:28 WIB
Pemkab Barut dukung operasional SPPG Polres perkuat peningkatan gizi anak
13 February 2026 19:58 WIB