
Legislator Kotim dukung penambahan puskesmas di Ketapang

Sampit (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Muhammad Idi menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan puskesmas di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK).
“Selama ini berkaitan dengan infrastruktur memang masih perlu diperhatikan, terutama di daerah yang masuk di desa-desa, salah satunya dari segi layanan kesehatan,” kata Idi di Sampit, Minggu.
Dukungan ini disampaikan merespons hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) untuk tahun anggaran 2027. Sektor kesehatan dan pendidikan kini menjadi sorotan utama selain pembangunan infrastruktur yang terus berjalan.
Muhammad Idi yang merupakan anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) I Kotim, meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengungkapkan bahwa selama ini aspirasi masyarakat memang masih didominasi oleh masalah infrastruktur.
Terutama yang berada di wilayah pedesaan yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan legislatif.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran agar pemerintah daerah bisa jeli melihat kebutuhan yang paling mendesak. Ia berharap pembangunan sektor sosial seperti kesehatan tidak terabaikan di tengah keterbatasan dana.
“Harapannya dengan adanya anggaran yang efisiensi, mudah-mudahan pemerintah daerah mengutamakan skala prioritas,” tambah Bendahara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Baca juga: Tim BPK audit 152 kendaraan dinas Pemkab Kotim
Terkait usulan spesifik dari Camat MB Ketapang mengenai penambahan puskesmas, Idi menilai hal tersebut sangat realistis. Mengingat beban pelayanan kesehatan di wilayah dengan penduduk terbanyak di Kotim tersebut sudah sangat tinggi.
Kecamatan MBK terdiri dari lima kelurahan dan enam desa dengan jumlah penduduk mencapai 110.000 jiwa dan menempatkan kecamatan itu sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kotim.
Saat ini ada tiga puskesmas di kecamatan tersebut, yakni Puskesmas Ketapang 1, Puskesmas Ketapang 2 dan Puskesmas Pasir Putih. Namun, karena kondisi geografis menyebabkan penumpukan pasien pada salah satu puskesmas.
Namun, Puskesmas Ketapang 2 menanggung beban paling berat dengan melayani dua kelurahan dan enam desa yang meliputi sekitar 60.000 penduduk.
Hal ini disebabkan lokasinya yang paling dekat dibandingkan dua puskesmas lainnya. Kondisi ini memicu penumpukan pasien dan pelayanan yang kurang maksimal.
“Maka dari itu, seperti yang disampaikan camat mengenai usulan pembangunan puskesmas itu diharapkan bisa terlaksana demi lancarnya pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Idi.
Ia berharap kehadiran fasilitas kesehatan baru yang lebih dekat dengan pemukiman akan mempercepat pertolongan medis bagi warga dan layanan kesehatan pun bisa lebih optimal.
“Jadi orang yang mengeluh sakit bisa secepatnya terobati dengan adanya puskesmas di tempat-tempat yang terdekat dengan sentral pemukiman warga,” demikian Idi.
Baca juga: Tumpukan sampah di PPM Sampit akhirnya dibersihkan
Baca juga: Sinergi Pemkab Kotim dan Baznas entaskan kemiskinan
Baca juga: Dinas Perdagangan Kotim tawarkan solusi penanganan sampah di PPM
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
