Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Harga sarang burung walet Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah untuk jenis mangkuk dan rap mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir atau awal April 2018.

"Membaiknya harga sarang burung walet ini disambut gembira pengusaha dan pembudidaya di daerah ini setelah selama dua bulan lebih bertahan atau tidak naik," kata Muslih, seorang pembudidaya sarang burung walet, di Muara Teweh, Rabu.

Menurut dia, sarang burung walet biasanya diekspor untuk menu sup sarang burung itu, untuk jenis mangkuk naik menjadi Rp15 juta sampai Rp15,5 juta sebelumnya hanya Rp13 juta hingga Rp13,5 juta dan jenis rap (campuran jenis mangkok dan sudut) kini Rp12,5 juta - Rp13 juta sebelumnya Rp11,5 juta hingga Rp12 juta.

Harga sarang burung walet ini sempat bertahan sejak Pebruari hingga Maret 2018 dan kondisi ini memang di luar prediksi karena biasanya turun menjelang tahun baru dan kembali membaik setelah awal tahun, kemudian kembali turun saat Imlek, namun kenyataannya tetap bertahan.

"Harga sarang burung walet ini biasanya bulan Maret mengalami kenaikan, namun baru bulan ini naik, kami tidak tahu penyebabnya kenapa harga sarang burung walet dua bulan lebih lalu masih tetap," kata dia yang mengaku biasa panen sarang burung walet setiap 60 hari.

Ia menyatakan biasanya harga sarang burung walet hanya selisih Rp1 juta dengan harga di luar Kalimantan, sehingga para pembudidaya walet di daerah ini hampir semuanya membudidayakan di gedung atau rumah burung walet, tidak mau repot untuk membawa atau menjual keluar daerah.

Biasanya petani walet di daerah ini yang mencapai ribuan rumah sarang burung walet tersebar di sembilan kecamatan, namun tidak semuanya berproduksi itu, melakukan panen pada pagi hari, sore hari sudah dijual karena langsung dibeli secara kontan.

Kecuali memang pengepul yang langsung menjual ke pengusaha besar untuk diekspor.

"Kami harapkan harga sarang walet terus membaik," ujarnya pula.