Harga masih anjlok, sisa panen belum dibayar pengepul
Senin, 8 Oktober 2018 14:40 WIB
Kukuh, salah satu petani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti,Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Senin (8/10/2018). (Istimewa)
Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Petani di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengeluhkan anjloknya harga kelapa sawit yang dalam beberapa bulan terakhir, bahkan sisa panen ada yang belum dibayar pengepul.
"Kami tidak tahu pasti apa penyebab anjloknya harga kelapa sawit, padahal perekonomian keluarga bergantung sepenuhnya pada usaha ini," kata Kukuh, salah seorang petani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Senin.
Anjloknya harga kelapa sawit sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Petani tidak mengetahui penyebab harga sawit yang masih terpuruk hingga saat ini.
Kukuh menyebutkan, harga jual kelapa sawit saat kondisi normal berkisar antara Rp1.000 hingga Rp1.500 perkilogramnya, namun kini turun drastis menjadi hanya Rp300 hingga Rp400 perkilogramnya.
Akibatnya, petani kelapa sawit di Seruyan banyak yang malas memanen sawit mereka. Harga jual saat ini dinilai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan selama masa pemeliharaan.
"Parahnya lagi, sejumlah pengepul yang biasa mengambil buah di kebun kami dan petani lain, ada yang belum membayar hasil panen sebelumnya lantaran juga mengalami kesulitan keuangan," ujar Kukuh.
Sardi, petani kelapa sawit lainnya di Desa Kartika Bhakti menjelaskan, anjloknya harga kelapa sawit membuat perekonomian keluarganya saat ini menjadi tidak stabil. Selama ini keluarganya hanya menggantungkan hidup dari hasil perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami berharap harga jual kelapa sawit dapat kembali normal bahkan meningkat dari sebelumnya, sehingga kesejahteraan masyarakat pun kembali membaik," harap Sardi.
Pemerintah beserta Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) diminta membantu petani melewati kondisi sulit ini. Pemerintah dan wakil rakyat diminta turun langsung ke lapangan untuk mencarikan solusi bagi masyarakat dan membuat harga kelapa sawit kembali normal.
Saat ini berbagai kendala kerap menimpa sektor perkebunan kelapa sawit di sejumlah daerah. Informasinya, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di sejumlah perusahaan di wilayah Kalimantan Tengah banyak tertahan di pabrik karena pembeli semakin selektif dalam memilih CPO.
"Kami tidak tahu pasti apa penyebab anjloknya harga kelapa sawit, padahal perekonomian keluarga bergantung sepenuhnya pada usaha ini," kata Kukuh, salah seorang petani kelapa sawit di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Senin.
Anjloknya harga kelapa sawit sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Petani tidak mengetahui penyebab harga sawit yang masih terpuruk hingga saat ini.
Kukuh menyebutkan, harga jual kelapa sawit saat kondisi normal berkisar antara Rp1.000 hingga Rp1.500 perkilogramnya, namun kini turun drastis menjadi hanya Rp300 hingga Rp400 perkilogramnya.
Akibatnya, petani kelapa sawit di Seruyan banyak yang malas memanen sawit mereka. Harga jual saat ini dinilai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan selama masa pemeliharaan.
"Parahnya lagi, sejumlah pengepul yang biasa mengambil buah di kebun kami dan petani lain, ada yang belum membayar hasil panen sebelumnya lantaran juga mengalami kesulitan keuangan," ujar Kukuh.
Sardi, petani kelapa sawit lainnya di Desa Kartika Bhakti menjelaskan, anjloknya harga kelapa sawit membuat perekonomian keluarganya saat ini menjadi tidak stabil. Selama ini keluarganya hanya menggantungkan hidup dari hasil perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami berharap harga jual kelapa sawit dapat kembali normal bahkan meningkat dari sebelumnya, sehingga kesejahteraan masyarakat pun kembali membaik," harap Sardi.
Pemerintah beserta Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) diminta membantu petani melewati kondisi sulit ini. Pemerintah dan wakil rakyat diminta turun langsung ke lapangan untuk mencarikan solusi bagi masyarakat dan membuat harga kelapa sawit kembali normal.
Saat ini berbagai kendala kerap menimpa sektor perkebunan kelapa sawit di sejumlah daerah. Informasinya, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di sejumlah perusahaan di wilayah Kalimantan Tengah banyak tertahan di pabrik karena pembeli semakin selektif dalam memilih CPO.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
Mantan Kadiskominfo Seruyan jalani sidang perdana terkait dugaan korupsi internet
18 December 2025 23:17 WIB
Kejati Kalteng limpahkan dua tersangka korupsi internet Seruyan ke Pengadilan
05 December 2025 14:51 WIB
Legislator Kalteng sebut kerusakan jalan di wilayah Seruyan memprihatinkan
13 November 2025 21:47 WIB
Penangkapan Kadis Kominfo Seruyan terkait dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar
23 October 2025 22:44 WIB
Dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar, Kadis Kominfo Seruyan ditangkap Kejati Kalteng
23 October 2025 18:59 WIB
DPRD Kalteng minta pemerintah optimalkan pengembangan pariwisata di Kotim dan Seruyan
21 October 2025 15:57 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025