Sampit (ANTARA) - Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, memperbaiki kerusakan Jalan HM Arsyad yang merupakan ruas jalan penghubung antara Sampit dengan wilayah Kabupaten Seruyan.
"Setidaknya dilakukan penanganan darurat agar bisa tetap dilalui dengan nyaman dan tidak membahayakan pengendara," kata Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Mariani di Sampit, Selasa.
Kerusakan jalan saat ini cukup banyak terjadi di titik-titik yang masih masuk wilayah Kotawaringin Timur, seperti di sekitar Pelabuhan Bagendang hingga di beberapa titik hingga ke Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit.
Kerusakan banyak dikeluhkan masyarakat, terlebih seiring meningkatnya lalu lintas selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini. Bagi pengendara roda dua, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, bahkan rawan memicu kecelakaan.
Banyak aspal yang terkelupas, meski semen atau cor beton di bawahnya masih bagus. Masyarakat berharap kerusakan tersebut segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah selaku pemilik kewenangan terhadap jalan lintas kabupaten tersebut.
Menurut Mariani, penanganan jalan tersebut harus segera difokuskan pada pemeliharaan darurat demi keselamatan masyarakat, sembari menunggu peluang tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang diperkirakan bisa terealisasi pada Maret 2026.
“Untuk Jalan HM Arsyad itu kan jalur lintas kabupaten dari Kotim ke Seruyan. Nanti kita minta pemerintah kabupaten menyampaikan ke provinsi, lalu kita di DPRD juga akan menyampaikan ke pihak provinsi. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa ter-cover, minimal pemeliharaan,” harapnya.
Baca juga: Penjualan kembang api di Sampit merosot jelang Tahun Baru 2026
Kecelakaan akibat lubang jalan kerap terjadi, terutama dialami pengendara roda dua. Lubang kecil namun dalam sering kali tidak terlihat, terlebih bagi pengendara yang belum hafal kondisi jalan.
“Kalau mobil mungkin masih, paling ban kempes. Tapi kalau motor, enggak kelihatan. Saya sendiri pernah kejadian seperti itu. Makanya saya minta kalau ada lubang berbahaya, langsung saja dilaporkan ke Dinas PU,” ujarnya.
Diakuinya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah tidak bisa lagi memaksakan pembangunan besar-besaran pada tahun berjalan. Menurutnya, langkah paling realistis saat ini adalah melakukan pemeliharaan pada titik-titik jalan yang paling membahayakan pengguna.
“Jadi jangan lagi ngotot perbaikan besar-besaran. Yang penting sekarang penanggulangan dulu, apalagi kondisi keuangan kita seperti ini,” katanya.
Mariani meminta masyarakat dan pihak terkait untuk aktif melaporkan titik-titik kerusakan yang benar-benar berisiko tinggi, terutama lubang besar yang tergenang air dan sulit terlihat, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Tolong sampaikan ke kami mana-mana saja yang sangat mengganggu atau membahayakan masyarakat. Contoh lubang besar, kalau ada air kan tidak kelihatan, jatuh. Itu yang utama dulu,” tegasnya.
Mariani kembali menekankan pentingnya pendataan kondisi jalan sejak sekarang. Ia meminta agar titik-titik jalan rusak yang membutuhkan pemeliharaan segera didokumentasikan dalam bentuk foto dan laporan.
“Tolong kirim gambar-gambar jalan yang memang harus dipelihara. Nanti saya masukkan ke mana jalurnya. Dana kita sekarang fokusnya pemeliharaan saja,” demikian Mariani.
Baca juga: KSOP Sampit ingatkan nakhoda tidak memaksakan berlayar saat cuaca buruk
Baca juga: Program Kencana perkuat kesiapsiagaan kecamatan di Kotim menghadapi bencana
Baca juga: Polres Kotim ungkap 772 kasus kejahatan sepanjang 2025
