Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah segera meluncurkan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi dan respons bencana di tingkat kecamatan
“Kencana itu menjadi bagian dari akselerasi dan perpanjangan tangan dalam penanggulangan bencana di basis Kecamatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Selasa.
Multazam menjelaskan bahwa Kencana merupakan mandat dari Permendagri Nomor 101/ Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat dan mempercepat kehadiran pemerintah saat terjadi keadaan darurat dengan mengoptimalkan peran camat serta seluruh pemangku kepentingan setempat.
Disebutkan, bahwa salah satu tantangan utama dalam penanganan bencana adalah luasnya wilayah Kotim yang membuat tim BPBD terkadang memerlukan waktu untuk mencapai lokasi.
Dengan adanya Kencana, perangkat kecamatan dibekali pengetahuan teknis untuk mengambil tindakan awal.
“Kami berharap teman-teman di 17 kecamatan dapat berkontribusi aktif, baik pada saat mitigasi maupun saat bencana terjadi,” ujarnya.
Ia menekankan, bahwa kehadiran pemerintah dalam bencana dituntut cepat. Program Kencana menekankan peran aktif kecamatan dalam persiapan dan menghadapi situasi bencana dengan diimbangi dengan pengetahuan tambahan yang diberikan oleh BPBD.
Misalnya saat banjir, mereka bisa menghimpun data, menilai kerugian dan kerusakan secara mandiri sebelum BPBD tiba di lokasi. Dengan begitu, kecamatan bisa seiring dengan BPBD sehingga sinergis dalam penanganan kebencanaan.
“Itu nanti lebih kepada teman-teman di kecamatan yang kita dorong dan kita berikan pengetahuan tambahan bagaimana mereka mengadopsi risiko dan bahaya yang ada di kecamatan agar selalu waspada dan selalu siaga,” ujarnya.
Baca juga: Polres Kotim ungkap 772 kasus kejahatan sepanjang 2025
Multazam melanjutkan, sebelumnya BPBD Kotim telah melaksanakan rapat dengan sejumlah instansi terkait mengenai program Kencana. Untuk tahap awal hanya beberapa kecamatan yang didorong untuk pelaksanaan program ini.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan program ini di Kotim agak terlambat, tetapi sebelumnya pihaknya juga telah melaksanakan program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang bisa dirangkum ke tingkat kecamatan agar membentuk Kencana yang lebih aktif.
Dengan mengaktifkan Kencana di level kecamatan juga diharapkan pertumbuhan Destana di desa-desa akan semakin masif dan terkoordinasi dengan baik.
Ia menambahkan, Program Kencana ini akan mulai diperkenalkan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dijadwalkan pada Januari 2026 mendatang.
“Untuk tahap awal, kami mendorong beberapa kecamatan terlebih dahulu sebagai pilot project,” imbuhnya.
Sebagai penunjang teknis, BPBD Kotim juga akan mendistribusikan peta tematik yang disesuaikan dengan karakteristik kerawanan masing-masing wilayah di Kotim.
Wilayah selatan fokus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah utara fokus pada ancaman banjir dan wilayah tengah fokus ganda pada ancaman banjir dan karhutla.
“Seluruh jenis bencana akan menjadi perhatian. Kami akan dorong teman-teman kecamatan untuk mengadopsi risiko dan bahaya yang ada di wilayahnya agar selalu waspada dan siaga,” demikian Multazam.
Baca juga: Wabup Kotim ajak lintas sektor perkuat sinergi hadapi pemangkasan dana TKD
Baca juga: Bandara Haji Asan Sampit catat peningkatan penumpang pada libur Nataru
Baca juga: Legislator desak pemkab upayakan unit kerja KKP di Kotim
