Kecanduan seks atau beda ekspektasi?
Rabu, 2 Januari 2019 11:58 WIB
Ilustrasi. (ANTARA News/Grafis)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Seringkali dalam suatu hubungan misalnya antara suami dan istri, entah istri atau suami mengeluhkan pasangannya kecanduan seks atau sebaliknya.
Namun, kondisi ini umumnya sebatas perbedaan ekspektasi, menurut psikolog dari Unika Atma Jaya Jakarta, Inez Kristanti, M.Psi.
"Saya temukan ternyata ekspektasi istri dan suami dalam hubungan berbeda. Suami ekspektasinya sekian sering, sementara istrinya sebaliknya, sehingga di mata istri, suaminya kecanduan. Sementara di mata suami, istrinya kurang bergairah," papar dia di Jakarta, Selasa.
Penanganan kondisi ini biasanya dengan memperbaiki komunikasi antara kedua belah pihak.
"Yang saya selesaikan adalah komunikasi antar pasangan. Saya maunya apa, dia maunya apa, seberapa sering. Ada yang namanya negosiasi. Hak saya ini, hak dia ini," tutur Inez.
Sebenarnya, saat ini dalam dunia psikologi belum ada diagnosa untuk menyebut seseorang mengalami kecanduan seks.
"Kecanduan seks belum jadi diagnosa tertentu pada saat ini. Orang yang kecanduan zat kalau tidak obat akan bereaksi semisal sakit. Nah apakah mereka yang kecanduan seks seperti itu? Itu masih menjadi perdebatan," tutur Inez.
Umumnya kecanduan seks baru perlu mendapat penanganan bila menganggu orang yang bersangkutan atau pasangannya.
Namun, kondisi ini umumnya sebatas perbedaan ekspektasi, menurut psikolog dari Unika Atma Jaya Jakarta, Inez Kristanti, M.Psi.
"Saya temukan ternyata ekspektasi istri dan suami dalam hubungan berbeda. Suami ekspektasinya sekian sering, sementara istrinya sebaliknya, sehingga di mata istri, suaminya kecanduan. Sementara di mata suami, istrinya kurang bergairah," papar dia di Jakarta, Selasa.
Penanganan kondisi ini biasanya dengan memperbaiki komunikasi antara kedua belah pihak.
"Yang saya selesaikan adalah komunikasi antar pasangan. Saya maunya apa, dia maunya apa, seberapa sering. Ada yang namanya negosiasi. Hak saya ini, hak dia ini," tutur Inez.
Sebenarnya, saat ini dalam dunia psikologi belum ada diagnosa untuk menyebut seseorang mengalami kecanduan seks.
"Kecanduan seks belum jadi diagnosa tertentu pada saat ini. Orang yang kecanduan zat kalau tidak obat akan bereaksi semisal sakit. Nah apakah mereka yang kecanduan seks seperti itu? Itu masih menjadi perdebatan," tutur Inez.
Umumnya kecanduan seks baru perlu mendapat penanganan bila menganggu orang yang bersangkutan atau pasangannya.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa FKIP UMPR gelar rangkaian workshop literasi digital dan pencegahan seks bebas
27 November 2025 17:11 WIB
Pemkab Kapuas perkuat kemitraan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan PIMS
20 December 2024 5:24 WIB, 2024
Yayasan "Sayangi Sesama" sosialisasi bahaya seks bagi pelajar Barito Selatan
16 June 2023 21:28 WIB, 2023
PT SKS Listrik Kalimantan gelar sosialisasi di sekolah, wujudkan generasi muda bebas narkoba
31 May 2023 7:30 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Menekraf tekankan penguatan ekosistem kreatif di daerah guna dongkrak ekonomi
06 February 2026 14:40 WIB