Benarkah infeksi gusi sebabkan penyakit Alzheimer
Minggu, 27 Januari 2019 9:21 WIB
Ilustrasi gigi (pixabay.com)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Penyakit Alzheimer bisa disebabkan oleh infeksi gusi, menurut sebuah studi baru dilansir USA Today, Jumat (25/1).
Studi yang diterbitkan pekan lalu di jurnal peer-review Science Advances, menunjukkan bakteri Porphyromonas gingivalis yang menghancurkan jaringan gusi di mulut terkait dengan demensia dan Alzheimer.
Peneliti mengamati bakteri di otak orang dengan penyakit Alzheimer. Mereka juga melakukan tes pada tikus yang menunjukkan infeksi gusi menyebabkan peningkatan produksi amiloid beta, bagian dari plak amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
Cortexyme, yang mendanai penelitian tersebut, merancang serangkaian terapi untuk mengobati infeksi gusi yang berencana untuk menjalani uji klinis Fase 2 dan 3.
Meski sebelumnya ada penelitian yang menghubungkan penyakit periodontal dan Alzheimer, para peneliti yang tidak berafiliasi dengan makalah ini mengatakan tidak ada cukup bukti yang menghubungkan keduanya.
Sementara ada penelitian sebelumnya yang menghubungkan penyakit periodontal dan Alzheimer, para peneliti yang tidak berafiliasi dengan makalah mengatakan tidak ada cukup bukti yang menghubungkan keduanya.
"Dalam penelitian kami telah mendukung untuk mengungkap faktor risiko utama untuk penyakit Alzheimer, penyakit gusi belum muncul sebagai penyebab utama kekhawatiran," James Pickett, kepala penelitian di Alzheimer's Society yang tidak terlibat dalam makalah, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Hingga saat ini penyakit Alzheimer belum ada obatnya. Penyakit yang dimulai dengan kehilangan memori ini mempengaruhi sebanyak lima juta orang di Amerika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
Studi yang diterbitkan pekan lalu di jurnal peer-review Science Advances, menunjukkan bakteri Porphyromonas gingivalis yang menghancurkan jaringan gusi di mulut terkait dengan demensia dan Alzheimer.
Peneliti mengamati bakteri di otak orang dengan penyakit Alzheimer. Mereka juga melakukan tes pada tikus yang menunjukkan infeksi gusi menyebabkan peningkatan produksi amiloid beta, bagian dari plak amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
Cortexyme, yang mendanai penelitian tersebut, merancang serangkaian terapi untuk mengobati infeksi gusi yang berencana untuk menjalani uji klinis Fase 2 dan 3.
Meski sebelumnya ada penelitian yang menghubungkan penyakit periodontal dan Alzheimer, para peneliti yang tidak berafiliasi dengan makalah ini mengatakan tidak ada cukup bukti yang menghubungkan keduanya.
Sementara ada penelitian sebelumnya yang menghubungkan penyakit periodontal dan Alzheimer, para peneliti yang tidak berafiliasi dengan makalah mengatakan tidak ada cukup bukti yang menghubungkan keduanya.
"Dalam penelitian kami telah mendukung untuk mengungkap faktor risiko utama untuk penyakit Alzheimer, penyakit gusi belum muncul sebagai penyebab utama kekhawatiran," James Pickett, kepala penelitian di Alzheimer's Society yang tidak terlibat dalam makalah, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Hingga saat ini penyakit Alzheimer belum ada obatnya. Penyakit yang dimulai dengan kehilangan memori ini mempengaruhi sebanyak lima juta orang di Amerika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
Pewarta : Ida Nurcahyani
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Infeksi paru-paru perlu diwaspadai masyarakat melalui pengenalan empat penyakit utama
09 February 2026 13:21 WIB
Dosen Fikes UMPR cegah penyebaran penyakit infeksi menular seksual lewat program pengabdian masyarakat
26 February 2025 13:02 WIB
Pemkab Kapuas perkuat kemitraan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan PIMS
20 December 2024 5:24 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kartu Pikachu langka milik Logan Paul terjual belasan juta dolar lewat lelang
17 February 2026 22:24 WIB
Film Monster Pabrik Rambut tawarkan warna baru bagi genre horor Indonesia
17 February 2026 22:20 WIB