Proposal damai kasus peretasan Yahoo ditolak pengadilan AS
Rabu, 30 Januari 2019 10:23 WIB
ist (istimewa)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Pengadilan di San Jose, California, Amerika Serikat menolak permintaan Yahoo untuk penyelesaian kasus kebocoran data email karena perusahaan teknologi tersebut dinilai tidak transparan.
Hakim Distrik Lucy Koh menyatakan proposal penyelesaian masalah tersebut tidak "adil setara dan masuk akal secara fundamental" karena tidak menyatakan berapa banyak korban yang dapat dipulihkan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu.
Yahoo dinilai lambat melaporkan tiga celah keamanan dari 2013 hingga 206 yang berdampak pada 3 miliar akun, salah satu kebocoran data terbesar. Yahoo menyanggupi membayar 50 juta dolar dan pengawasan gratis selama dua tahun untuk sekitar 200 juta orang di AS dan Israel dengan total akun 1 miliar.
Tapi, hakim mengatakan proposal tersebut tidak menyatakan jumlah dana untuk pengawasan dan jumlah pengguna yang dicantumkan terlalu besar. Hakim menyatakan secara tertutup Yahoo mengemukakan jumlah pengguna aktif padanya, tidak sebesar yang dikemukakan di atas.
Selain itu, Koh juga menilai biaya maksimum 35 juta dolar untuk pengacara penggugat "terlalu tinggi" karena teori legal kasus tersebut "tidak terlalu asing".
Salah seorang pengacara penggugat tidak berkomentar.
Yahoo saat ini merupakan bagian dari Verizon Communication Inc. Atas kasus ini, Verizon menyatakan "meskipun permintaan penyelesaian tidak dikabulkan, kami yakin dapat menempuh jalur yang berkelanjutan".
Yahoo baru mengumumkan dampak keboran data tersebut setelah setuju bisnis internet dibeli Verizon senilah 4,83 miliar pada Juli 2016 lalu. Kasus ini mengakibatkan harga jual Yahoo turun menjadi 4,48 miliar dolar.
Jaksa pada 2017 lalu menuduh dua agen rahasia Rusia dan dua peretas berhubungan dengan salah satu kebocoran Yahoo. Seorang peretas dinyatakan bersalah.
Hakim Distrik Lucy Koh menyatakan proposal penyelesaian masalah tersebut tidak "adil setara dan masuk akal secara fundamental" karena tidak menyatakan berapa banyak korban yang dapat dipulihkan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu.
Yahoo dinilai lambat melaporkan tiga celah keamanan dari 2013 hingga 206 yang berdampak pada 3 miliar akun, salah satu kebocoran data terbesar. Yahoo menyanggupi membayar 50 juta dolar dan pengawasan gratis selama dua tahun untuk sekitar 200 juta orang di AS dan Israel dengan total akun 1 miliar.
Tapi, hakim mengatakan proposal tersebut tidak menyatakan jumlah dana untuk pengawasan dan jumlah pengguna yang dicantumkan terlalu besar. Hakim menyatakan secara tertutup Yahoo mengemukakan jumlah pengguna aktif padanya, tidak sebesar yang dikemukakan di atas.
Selain itu, Koh juga menilai biaya maksimum 35 juta dolar untuk pengacara penggugat "terlalu tinggi" karena teori legal kasus tersebut "tidak terlalu asing".
Salah seorang pengacara penggugat tidak berkomentar.
Yahoo saat ini merupakan bagian dari Verizon Communication Inc. Atas kasus ini, Verizon menyatakan "meskipun permintaan penyelesaian tidak dikabulkan, kami yakin dapat menempuh jalur yang berkelanjutan".
Yahoo baru mengumumkan dampak keboran data tersebut setelah setuju bisnis internet dibeli Verizon senilah 4,83 miliar pada Juli 2016 lalu. Kasus ini mengakibatkan harga jual Yahoo turun menjadi 4,48 miliar dolar.
Jaksa pada 2017 lalu menuduh dua agen rahasia Rusia dan dua peretas berhubungan dengan salah satu kebocoran Yahoo. Seorang peretas dinyatakan bersalah.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Kotim dorong ponpes di wilayah rawan buaya ajukan proposal bantuan
29 April 2025 19:03 WIB
Bupati Kotim setujui proposal pembangunan lanjutan SDN 1 Baamang Tengah
15 September 2024 19:31 WIB, 2024
DPRD Seruyan: Pengajuan usulan jalan dan jembatan tak perlu melalui proposal
31 December 2023 15:56 WIB, 2023
Anggota DPRD Seruyan ingatkan pentingnya pengajuan proposal usulan warga
31 December 2023 15:48 WIB, 2023
Masfuatun minta masyarakat buat proposal terkait subsidi lahan pisang kepok
31 December 2023 11:46 WIB, 2023
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Nothing Phone 4a ungkap bocoran kapasitas memori dan pilihan warna terbaru
13 February 2026 20:38 WIB
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB