'Support system' sangat diperlukan bagi ibu baru
Rabu, 13 Februari 2019 14:10 WIB
Ilustrasi ibu menyusui bayi. (Istimewa)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Support system bagi ibu baru sangatlah penting guna menambah informasi dan relaksasi, menurut psikolog klinis Monica Sulistiawati.
Monika mengatakan, seorang ibu baru sangat membutuhkan dukungan dari orang terkenal, meski tidak selalu memberikan solusi namun bisa menjadi sosok yang mendengarkan.
Menurut dia, 80 persen ibu baru mengalami stres yang berpotensi membahayakan anak, bahkan kelangsungan rumah tangga.
"Stres kalau enggak diatasi jadi baby blues. Studi mengatakan kalo 80 persen ibu baru mengalami baby blues, kalau dua minggu enggak ditangani bisa bahaya, bisa melukai anak, dirinya sendiri atau rumah tangga berantakan," ujar Monica dalam bincang-bincang kampanye Mothercare "Senangnya Jadi Ibu" di Jakarta, Selasa.
Orang-orang di sekitar ibu baru juga harus selalu memberikan dukungan terhadapnya. Sebab, menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya sangat menantang karena banyaknya perubahan dalam hidupnya yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.
"Support system sebenarnya enggak cuma teman tapi ada suami, keluarga, forum online, komunitas. Dengan bercerita, ini akan menumbuhkan rasa happy, waras. Ngobrol sebentar sama teman, nanti ngelihat anak lagi udah happy," jelasnya.
"Dari teman-teman, kami dapat info banyak banget sehingga ketika hal itu terjadi seperti anak sakit, kami jadi enggak panik lagi setidaknya paniknya wajar," ujarnya menambahkan.
Selain itu, support system juga bisa menjadi sumber semangat dan inspirasi bagi para ibu baru sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai pengalaman yang sangat baru di dunia parenting.
Monika mengatakan, seorang ibu baru sangat membutuhkan dukungan dari orang terkenal, meski tidak selalu memberikan solusi namun bisa menjadi sosok yang mendengarkan.
Menurut dia, 80 persen ibu baru mengalami stres yang berpotensi membahayakan anak, bahkan kelangsungan rumah tangga.
"Stres kalau enggak diatasi jadi baby blues. Studi mengatakan kalo 80 persen ibu baru mengalami baby blues, kalau dua minggu enggak ditangani bisa bahaya, bisa melukai anak, dirinya sendiri atau rumah tangga berantakan," ujar Monica dalam bincang-bincang kampanye Mothercare "Senangnya Jadi Ibu" di Jakarta, Selasa.
Orang-orang di sekitar ibu baru juga harus selalu memberikan dukungan terhadapnya. Sebab, menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya sangat menantang karena banyaknya perubahan dalam hidupnya yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.
"Support system sebenarnya enggak cuma teman tapi ada suami, keluarga, forum online, komunitas. Dengan bercerita, ini akan menumbuhkan rasa happy, waras. Ngobrol sebentar sama teman, nanti ngelihat anak lagi udah happy," jelasnya.
"Dari teman-teman, kami dapat info banyak banget sehingga ketika hal itu terjadi seperti anak sakit, kami jadi enggak panik lagi setidaknya paniknya wajar," ujarnya menambahkan.
Selain itu, support system juga bisa menjadi sumber semangat dan inspirasi bagi para ibu baru sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai pengalaman yang sangat baru di dunia parenting.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kalteng sediakan kanal pengaduan beri ruang aman bagi peserta didik
17 February 2026 16:26 WIB
Pantau operasional perkebunan, PT Astra Agro luncurkan drone monitoring system
19 September 2024 16:43 WIB, 2024
Komitmen wujudkan transparansi, Tumbang Mangkutup laksanakan Program CMS
14 September 2024 11:36 WIB, 2024
LaLiga luncurkan Video Review System untuk hindari risiko cedera pemain
31 March 2023 12:01 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kemenpar dorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung lewat strategi promosi
14 May 2026 21:27 WIB