DKP Kalteng jalin kerjasama dengan FAO kembangkan beje dan arwana banjar
Kamis, 21 Februari 2019 18:27 WIB
Kepala DKP Kalteng Darliansyah bersama Perwakilan FAO Stephen Rudgard saat bertemu di Jakarta, baru-baru ini. (ist)
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah menjalin kerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), sebagai upaya mengembangkan perikanan beje dan arwana banjar.
Kerjasama itu nantinya akan ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai kegiatan dalam hal perikanan beje dan restocking Arwana Banjar di Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan, kata Kepala DKP Kalteng Darliansyah di Palangka Raya, Kamis.
"Tujuannya untuk membantu meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan, membudidayakan dan mengembangkan ikan arwana banjar, serta memperbanyak stok ikan di sungai yang ada di Kalteng," tambahnya.
Adapun kegiatan berkaitan dengan perikanan beje dalam kerjasama DKP Kalteng dan FAO yakni, asesmen atau melakukan penilaian secara menyeluruh, menganalisa biaya dan manfaatnya, Pengumpulan data, menyiapkan modul pelatihan dan konsultasi.
Setelah semua proses itu dilakukan, maka ditentukan rencana aksi diikuti dengan merealisasikan di lapangan. Dari hasil realisasi tersebut, akan dilakukan pemantauan sekaligus evaluasi terhadap perikanan beje.
Baca juga: DKP Kalteng tanam puluhan ribu Mangrove di pesisir Kobar
"Hasil dari evaluasi itu kemudian dilakukan perbandingan antara perikanan beje sesuai rencana aksi, dan yang tidak dilakukan sama sekali. Hasil perbandingan itu pun nantinya akan didiskusikan dan diseminasi," beber Darliansyah.
Sementara untuk restoking atau upaya penambahan stok ikan tangkapan arwana banjar, DKP dan FAO terlebih dahulu menyediakan kolam calon indukan, mengembangkan modul pelatihan untuk produksi induk dan pengelolaan akuakultur berdasarkan peraturan menteri urusan kelautan dan perikanan nomor 12/PERMEN-KP/2015.
Asesmen persiapan kolam dan melengkapi daftar yang lengkap untuk penyiapan kolam termasuk kualitas air, pembersihan tambak, pengkondisian, penghilangan spesies invasif di kolam dan langkah-langkah biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit.
"Ada banyak lagi kegiatan yang dilakukan terkait Restoking Arwana Banjar. Tapi intinya, setelah pengembangan ikan Arwana Banjar itu berhasil, maka 20 persen dari jumlah yang dikembangkan, akan dilepasliarkan ke danau ataupun sungai-sungai yang ada di Kalteng," demikian Darliansyah.
Baca juga: Ribuan ikan Patin dan Nila di kolam penggangga DKP mulai dipanen
Kerjasama itu nantinya akan ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai kegiatan dalam hal perikanan beje dan restocking Arwana Banjar di Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan, kata Kepala DKP Kalteng Darliansyah di Palangka Raya, Kamis.
"Tujuannya untuk membantu meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan, membudidayakan dan mengembangkan ikan arwana banjar, serta memperbanyak stok ikan di sungai yang ada di Kalteng," tambahnya.
Adapun kegiatan berkaitan dengan perikanan beje dalam kerjasama DKP Kalteng dan FAO yakni, asesmen atau melakukan penilaian secara menyeluruh, menganalisa biaya dan manfaatnya, Pengumpulan data, menyiapkan modul pelatihan dan konsultasi.
Setelah semua proses itu dilakukan, maka ditentukan rencana aksi diikuti dengan merealisasikan di lapangan. Dari hasil realisasi tersebut, akan dilakukan pemantauan sekaligus evaluasi terhadap perikanan beje.
Baca juga: DKP Kalteng tanam puluhan ribu Mangrove di pesisir Kobar
"Hasil dari evaluasi itu kemudian dilakukan perbandingan antara perikanan beje sesuai rencana aksi, dan yang tidak dilakukan sama sekali. Hasil perbandingan itu pun nantinya akan didiskusikan dan diseminasi," beber Darliansyah.
Sementara untuk restoking atau upaya penambahan stok ikan tangkapan arwana banjar, DKP dan FAO terlebih dahulu menyediakan kolam calon indukan, mengembangkan modul pelatihan untuk produksi induk dan pengelolaan akuakultur berdasarkan peraturan menteri urusan kelautan dan perikanan nomor 12/PERMEN-KP/2015.
Asesmen persiapan kolam dan melengkapi daftar yang lengkap untuk penyiapan kolam termasuk kualitas air, pembersihan tambak, pengkondisian, penghilangan spesies invasif di kolam dan langkah-langkah biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit.
"Ada banyak lagi kegiatan yang dilakukan terkait Restoking Arwana Banjar. Tapi intinya, setelah pengembangan ikan Arwana Banjar itu berhasil, maka 20 persen dari jumlah yang dikembangkan, akan dilepasliarkan ke danau ataupun sungai-sungai yang ada di Kalteng," demikian Darliansyah.
Baca juga: Ribuan ikan Patin dan Nila di kolam penggangga DKP mulai dipanen
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bantu warga, DKP Kalteng laksanakan Gerakan Pasar Murah di Barito Timur
12 June 2024 16:23 WIB, 2024
Ketua DPRD Seruyan minta pembinaan petani dilakukan secara berkelanjutan
25 February 2023 15:39 WIB, 2023
Optimalkan pengendalian inflasi, DKP Kalteng perluas pemantauan jenis pangan pokok tertentu
06 January 2023 16:33 WIB, 2023
Kotim disarankan fokus kendalikan harga komoditas penyumbang inflasi
05 November 2022 23:21 WIB, 2022
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Semarak Kejurnas Adventure Offroad Putaran II Piala Gubernur dan Tangkiling Offroad Extreme 4
16 May 2026 17:38 WIB
DJKI tutup 1.004 situs bajakan untuk perkuat pelindungan hak cipta di ruang digital
15 May 2026 15:10 WIB
DPR minta Pertamina kaji ulang pembangunan SPBU Temanggung Tilung Palangka Raya
13 May 2026 18:52 WIB