Masyarakat diminta tak jadi penghambat program listrik masuk desa
Selasa, 19 Maret 2019 17:59 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Unriu Ngubel. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)
Tamiang Layang (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah Unriu Ngubel mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah kabupaten yang terus berupaya agar daerah pelosok bisa teraliri listrik.
"Pembangunan jaringan listrik masuk desa merupakan program yang bagus dan akan berjalan cepat dengan dukungan dari masyarakat," katanya saat dihubungi di Tamiang Layang, Selasa.
Jika mendapat hambatan, seperti adanya permintaan masyarakat terkait pembebasan lahan, maka akan memperlambat pemasangan jaringan listrik masuk desa.
Unriu mencontohkan, seperti di Desa Pianggu, Kecamatan Awang. Ada warga disana meminta uang ganti rugi pembebasan tanam tumbuh di atas lahan, walaupun tuntas namun kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali.
"Padahal yang menikmati listrik juga masyarakat. Saya harap masalah seperti demikian tidak terulang kembali di daerah lain di Bartim," ungkapnya.
Pembangunan jaringan listrik masuk desa dimulai sejak tahun 2017 di banyak desa yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Paju Epat, Dusun Timur, Dusun Tengah, Awang, Paku dan Patangkep Tutui.
Ia pun kembali mengapresiasi pemerintah kabupaten karena belum lama ini, berhasil menuntaskan pemasangan listrik di Desa Apar Batu-Janah Mansiwui, Kecamatan Awang.
"Ini bukti konsistensi pemerintah dalam menerangi daerah pelosok yang belum pernah mendapatkan pasokan energi listrik," jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Bartim, Yumail Paladuk melalui Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Penerangan Jalan Umum, Kurmis mengatakan, untuk tahun 2020 akan diusulkan pemasangan jaringan listrik di Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah.
"Untuk jaringannya melalui jalur di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah dengan jarak sekitar 10 kilometer," paparnya.
Sedangkan untuk pemasangan jaringan listrik tahun ini dilaksanakan di Desa Apar Batu, Kecamatan Awang. Kebutuhan material untuk pembangunan sudah berada di lokasi dan siap digunakan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PT PLN Persero, pemasangan jaringan listrik saat ini memprioritaskan wilayah desa. Sementara bagi yang bukan desa akan menjadi prioritas kedua.
"Pembangunan jaringan listrik masuk desa merupakan program yang bagus dan akan berjalan cepat dengan dukungan dari masyarakat," katanya saat dihubungi di Tamiang Layang, Selasa.
Jika mendapat hambatan, seperti adanya permintaan masyarakat terkait pembebasan lahan, maka akan memperlambat pemasangan jaringan listrik masuk desa.
Unriu mencontohkan, seperti di Desa Pianggu, Kecamatan Awang. Ada warga disana meminta uang ganti rugi pembebasan tanam tumbuh di atas lahan, walaupun tuntas namun kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali.
"Padahal yang menikmati listrik juga masyarakat. Saya harap masalah seperti demikian tidak terulang kembali di daerah lain di Bartim," ungkapnya.
Pembangunan jaringan listrik masuk desa dimulai sejak tahun 2017 di banyak desa yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Paju Epat, Dusun Timur, Dusun Tengah, Awang, Paku dan Patangkep Tutui.
Ia pun kembali mengapresiasi pemerintah kabupaten karena belum lama ini, berhasil menuntaskan pemasangan listrik di Desa Apar Batu-Janah Mansiwui, Kecamatan Awang.
"Ini bukti konsistensi pemerintah dalam menerangi daerah pelosok yang belum pernah mendapatkan pasokan energi listrik," jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Bartim, Yumail Paladuk melalui Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Penerangan Jalan Umum, Kurmis mengatakan, untuk tahun 2020 akan diusulkan pemasangan jaringan listrik di Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah.
"Untuk jaringannya melalui jalur di Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah dengan jarak sekitar 10 kilometer," paparnya.
Sedangkan untuk pemasangan jaringan listrik tahun ini dilaksanakan di Desa Apar Batu, Kecamatan Awang. Kebutuhan material untuk pembangunan sudah berada di lokasi dan siap digunakan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PT PLN Persero, pemasangan jaringan listrik saat ini memprioritaskan wilayah desa. Sementara bagi yang bukan desa akan menjadi prioritas kedua.
Pewarta : Habibullah
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ASN Diskominfops Bartim didampingi KP2KP Tamiang laporkan SPT tahunan 2025
04 February 2026 15:50 WIB
Pemkab Kapuas salurkan 1.113 paket MBG di MIS Al Azhar Anjir Serapat Timur
19 January 2026 16:02 WIB
Legislator Kapuas minta usulan Musrenbang Kapuas Barat fokus kebutuhan riil masyarakat
14 January 2026 17:08 WIB
Terpopuler - Barito Timur
Lihat Juga
Bupati Bartim ingin kolam renang Patianom dikelola secara efektif dan berkesinambungan
05 February 2026 17:22 WIB
ASN Diskominfops Bartim didampingi KP2KP Tamiang laporkan SPT tahunan 2025
04 February 2026 15:50 WIB
Optimalkan pelayanan, Pemkab Bartim luncurkan penerapan BLUD di seluruh puskesmas
03 February 2026 13:10 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Bartim ikuti rakornas Pusat dan Daerah 2026 di Bogor
02 February 2026 13:01 WIB