Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah berharap lelang atau seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama dapat menjaring pejabat yang kreatif dan tidak suka mengeluh dengan keterbatasan yang ada.

"Kalau sumber daya manusia dan uangnya ada, saya rasa siapapun bisa menjadi kepala dinas atau kepala badan karena hanya tinggal menjalankan program. Yang dicari ini adalah yang kreatif, memiliki ide dan terobosan di tengah berbagai keterbatasan yang ada," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Selasa.

Harapan itu disampaikan Halikinnor terkait lelang empat jabatan pimpinan tinggi pratama yang sedang berlangsung. Saat ini tahapannya yaitu penyampaian makalah dan wawancara oleh panitia seleksi terhadap 21 peserta yang tersisa.

Halikinnor mengatakan, masalah klasik masih dihadapi pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan, yakni keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Dampaknya, program di setiap instansi dilaksanakan menyesuaikan kemampuan kedua faktor tersebut.

Namun, hasil berbeda akan didapat jika pimpinan satuan organisasi perangkat daerah berpikir kreatif dan memiliki ide atau terobosan. Dia dituntut mampu mencari solusi untuk berbuat maksimal meski di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran.

Seorang pimpinan tidak boleh hanya pasrah dengan keterbatasan yang ada. Justru kecerdasan mereka dibutuhkan untuk mencari jalan keluar agar program tetap terlaksana dengan baik dan maksimal meski dengan kemampuan yang terbatas.

Dari penyampaian makalah, Halikinnor menilai kemampuan teoritis peserta cukup bagus dan merata. Namun, yang dibutuhkan tidak hanya itu, tetapi juga kemampuan dalam hal kecerdasan dalam menyikapi situasi yang ada.

Untuk itulah diperlukan pendalaman melalui wawancara oleh panitia seleksi. Dari tahapan itu akan ada gambaran bagaimana tingkat kemampuan setiap peserta dalam hal jiwa kepemimpinan.

"Ini bicara soal bagaimana seorang pemimpin bisa tetap menjalankan program secara optimal di tengah serba keterbatasan itu. Pimpinan yang banyak mengeluh itu berarti tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri," jelas Halikinnor.

Sementara itu, peserta seleksi yang masih bertahan terdiri dari pelamar jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ada lima pelamar yakni Ramadansyah, Waren, Nursalim dan Rodi Hartono.

Pelamar jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu HM Fuad Sidiq, Arson, H Masran Hadi, Rusnah, Gatut Setyo Utomo dan Wim RK Benung.

Baca juga: DPRD Kotim berharap dapat menyerap banyak aspirasi saat reses

Baca juga: Potensi wisata alam pedalaman Kotim belum terjamah

Pelamar jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yaitu Rody Kamislam, Kaston Simanjuntak, Anas, Dedy Jauhari, Wim RK Benung dan Anak Agung Darsana.

Pelamar jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yaitu Paulus Segah, Rusnah, Cok Orda Legawa, Wiyono dan Raihansyah

Tahapan selanjutnya yaitu pengumuman hasil akhir seleksi oleh panitia seleksi pada 11 November, sedangkan penetapan dan pelantikan rencananya dilaksanakan pada 29 November 2019.

Baca juga: Fraksi Demokrat serukan jangan surut perjuangkan pembentukan Kabupaten Kotara


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024