Menangkal Diabetes dengan Alpukat
Selasa, 26 November 2019 8:59 WIB
Alpukat (pixabay) (/)
Jakarta (ANTARA) - Di antara sederet manfaat alpukat, buah ini juga bisa membantu Anda menangkal diabetes, menurut studi dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research.
Studi itu, seperti dilansir Medical Daily, awal pekan ini menunjukkan, senyawa khusus dalam alpukat membantu menghentikan proses seluler yang biasanya mengarah pada perkembangan diabetes yang mengancam jiwa.
Biasanya, penyandang diabetes memiliki resistensi insulin, yang membuat kondisinya buruk. Karena resisten insulin berarti tubuh Anda tidak dapat mengeluarkan glukosa dari darah yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar dan sumber energi.
Jenis komplikasi ini biasanya terjadi ketika mitokondria, yang bertindak sebagai pembangkit tenaga sel, tidak mampu membakar asam lemak sepenuhnya. Hal ini kemudian menyebabkan oksidasi tidak lengkap.
Baca juga: Indonesia berpeluang ekspor alpukat ke Jepang
Baca juga: Perlukah mencuci alpukat sebelum memakannya?
Namun, para peneliti menemukan, avokasi B (AvoB), yang ditemukan pada alpukat, dapat membantu melawan oksidasi yang tidak lengkap pada otot rangka dan pankreas.
Zat ini mengurangi resistensi insulin, yang kemudian dapat menyebabkan penundaan atau bahkan menghentikan secara total perkembangan diabetes.
Karena pengujian yang dipimpin Prof Paul Spagnuolo ini aman pada manusia, para peneliti berencana melakukan lebih banyak uji klinis.
Pengujian itu termasuk menentukan berapa banyak AvoB yang dibutuhkan untuk membuat formulasi suplemen yang bisa orang konsumsi di masa depan.
Studi itu, seperti dilansir Medical Daily, awal pekan ini menunjukkan, senyawa khusus dalam alpukat membantu menghentikan proses seluler yang biasanya mengarah pada perkembangan diabetes yang mengancam jiwa.
Biasanya, penyandang diabetes memiliki resistensi insulin, yang membuat kondisinya buruk. Karena resisten insulin berarti tubuh Anda tidak dapat mengeluarkan glukosa dari darah yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar dan sumber energi.
Jenis komplikasi ini biasanya terjadi ketika mitokondria, yang bertindak sebagai pembangkit tenaga sel, tidak mampu membakar asam lemak sepenuhnya. Hal ini kemudian menyebabkan oksidasi tidak lengkap.
Baca juga: Indonesia berpeluang ekspor alpukat ke Jepang
Baca juga: Perlukah mencuci alpukat sebelum memakannya?
Namun, para peneliti menemukan, avokasi B (AvoB), yang ditemukan pada alpukat, dapat membantu melawan oksidasi yang tidak lengkap pada otot rangka dan pankreas.
Zat ini mengurangi resistensi insulin, yang kemudian dapat menyebabkan penundaan atau bahkan menghentikan secara total perkembangan diabetes.
Karena pengujian yang dipimpin Prof Paul Spagnuolo ini aman pada manusia, para peneliti berencana melakukan lebih banyak uji klinis.
Pengujian itu termasuk menentukan berapa banyak AvoB yang dibutuhkan untuk membuat formulasi suplemen yang bisa orang konsumsi di masa depan.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diabetes tertinggi di Kalteng harus jadi peringatan bagi masyarakat Kotim
02 December 2025 17:24 WIB
Turunkan risiko penyakit jantung dan diabetes, dengan perawatan saluran akar
20 November 2025 14:24 WIB