Program Hibah Air Limbah Setempat untuk ratusan masyarakat di Gumas
Senin, 13 Januari 2020 17:42 WIB
PPTK Program Hibah Air Limbah Setempat Kabupaten Gumas 2019 Nuning Herawati. (ANTARA/Chandra)
Kuala Kurun (ANTARA) - Ratusan masyarakat di Kelurahan Kuala Kurun dan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah mendapat Program Hibah Air Limbah Setempat, pada tahun 2019.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Nuning Herawati, di Kuala Kurun, Senin, mengatakan bahwa pendanaan program tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun anggaran 2019 lalu.
“Tepatnya ada 536 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan rincian 144 di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan 392 di Kelurahan Kuala Kurun yang mendapat program hibah tersebut,” ucapnya.
Baca juga: DPRD Gumas: Kekosongan jabatan eselon II harus segera diisi
Mantan Kasi Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gumas ini menyebut, program itu menyasar MBR di Kelurahan Kuala Kurun dan Tampang Tumbang Anjir, karena sudah tersedia Instalasi Pengelola Lumpur Tinja (IPLT).
Program hibah air limbah diperuntukkan bagi rumah tangga yang ada di perkotaan, dengan prioritas masyarakat yang kurang mampu. Tujuan utamanya adalah untuk penyehatan lingkungan pemukiman, agar tidak mencemari air tanah.
”Pemerintah pusat memberikan dana Rp3 juta berupa bantuan kloset dan septic tank untuk setiap MBR, lalu dipasang oleh kontraktor pelaksana, dan bisa langsung dinikmati masyarakat,” bebernya.
Baca juga: Tiga desa di Gumas dinyatakan siap jadi desa adat
Untuk tahun 2020, sambung dia, DPU Kabupaten Gumas telah mengusulkan bantuan untuk mendapatkan program sejenis. Usulan yang disampaikan adalah dengan sasaran 1.000 MBR dan diharapkan dapat dipenuhi oleh pusat.
”Kami mengusulkan sebanyak-banyaknya, dengan harapan banyak MBR yang mendapatkan bantuan program itu. Terlebih di Kota Kuala Kurun masih banyak MBR yang belum memiliki kloset dan septic tank,” paparnya.
Menurutnya, keberadaan program ini sangat baik untuk penyehatan lingkungan pemukiman, karena keberadaan septic tank akan memastikan air tanah tidak tercemar dan dapat digunakan oleh masyarakat sekitar.
“Masyarakat kita sebagian ada yang menggunakan air sumur. Adanya septic tank ini diharapkan air sumur tidak tercemar,” jelas Nuning yang saat ini menjabat sebagai Kabid Perumahan dan Permukiman pada DPU Kabupaten Gumas.
Baca juga: DPMPTSP Gumas ingatkan pendaftar OSS untuk teliti lengkapi data
Baca juga: Legislator Gunung Mas ajak ASN berjuang bersama demi kemajuan daerah
Baca juga: Gumas mendapat kuota pelatihan dari BBPLK Semarang
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Nuning Herawati, di Kuala Kurun, Senin, mengatakan bahwa pendanaan program tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun anggaran 2019 lalu.
“Tepatnya ada 536 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan rincian 144 di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan 392 di Kelurahan Kuala Kurun yang mendapat program hibah tersebut,” ucapnya.
Baca juga: DPRD Gumas: Kekosongan jabatan eselon II harus segera diisi
Mantan Kasi Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gumas ini menyebut, program itu menyasar MBR di Kelurahan Kuala Kurun dan Tampang Tumbang Anjir, karena sudah tersedia Instalasi Pengelola Lumpur Tinja (IPLT).
Program hibah air limbah diperuntukkan bagi rumah tangga yang ada di perkotaan, dengan prioritas masyarakat yang kurang mampu. Tujuan utamanya adalah untuk penyehatan lingkungan pemukiman, agar tidak mencemari air tanah.
”Pemerintah pusat memberikan dana Rp3 juta berupa bantuan kloset dan septic tank untuk setiap MBR, lalu dipasang oleh kontraktor pelaksana, dan bisa langsung dinikmati masyarakat,” bebernya.
Baca juga: Tiga desa di Gumas dinyatakan siap jadi desa adat
Untuk tahun 2020, sambung dia, DPU Kabupaten Gumas telah mengusulkan bantuan untuk mendapatkan program sejenis. Usulan yang disampaikan adalah dengan sasaran 1.000 MBR dan diharapkan dapat dipenuhi oleh pusat.
”Kami mengusulkan sebanyak-banyaknya, dengan harapan banyak MBR yang mendapatkan bantuan program itu. Terlebih di Kota Kuala Kurun masih banyak MBR yang belum memiliki kloset dan septic tank,” paparnya.
Menurutnya, keberadaan program ini sangat baik untuk penyehatan lingkungan pemukiman, karena keberadaan septic tank akan memastikan air tanah tidak tercemar dan dapat digunakan oleh masyarakat sekitar.
“Masyarakat kita sebagian ada yang menggunakan air sumur. Adanya septic tank ini diharapkan air sumur tidak tercemar,” jelas Nuning yang saat ini menjabat sebagai Kabid Perumahan dan Permukiman pada DPU Kabupaten Gumas.
Baca juga: DPMPTSP Gumas ingatkan pendaftar OSS untuk teliti lengkapi data
Baca juga: Legislator Gunung Mas ajak ASN berjuang bersama demi kemajuan daerah
Baca juga: Gumas mendapat kuota pelatihan dari BBPLK Semarang
Pewarta : Chandra
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari Ramadhan Lahei, Shalahuddin serahkan hibah Rp1 miliar untuk Masjid Nurul Ahya
04 March 2026 12:50 WIB
Shalahuddin serahkan dana hibah Rp1 miliar untuk Masjid Al Munawarah Tumpung Laung II
28 February 2026 11:30 WIB
Bupati Shalahuddin serahkan hibah Rp3 miliar pada Safari Ramadhan di Montallat
28 February 2026 11:25 WIB
Penuhi panggilan KPK, Khofifah jadi saksi kasus dana hibah Pokir DPRD Jatim
12 February 2026 17:13 WIB
Pemkab Kapuas komit tetap lakukan pembinaan meski tanpa hibah operasional KONI
06 February 2026 13:41 WIB
Kejati periksa Ketua KPU Kalteng telusuri dugaan korupsi dana hibah KPU Kotim
05 February 2026 12:03 WIB
Terpopuler - Gunung Mas
Lihat Juga
Sampaikan LKPJ 2025, bupati sebut kinerja Pemkab Gumas tunjukkan tren positif
17 March 2026 13:27 WIB