Tiga warga Bartim masuk karantina di Natuna
Petugas medis memeriksa kesehatan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang baru tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, dan akan diberangkatkan menuju Natuna dengan pesawat Hercules TNI di Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI/aww.
" Mereka saat ini dievakuasi dari Wuhan ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Batik Air dan saat ini mengikuti karantina di Natuna. Mereka masuk karantina selama 12 hari di Natuna Riau. Setelahnya baru dikembalikan kepada pihak keluarga," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur dr Simon Biring di Tamiang Layang, Senin.
Menurutnya, saat ini tim dari Dinas Kesehatan Barito Timur turun berkoordinasi dengan pihak keluarga. Dalam data tercatat, dua orang warga Hayaping Kecamatan Awang dan satu orang warga Bentot Kecamatan Patangkep Tutui.
Evakuasi terhadap WNI dilakukan karena merebaknya virus corona baru di 'Negeri Tirai Bambu' itu bahkan sudah menyebar ke banyak negara. Evakuasi menjadi pilihan pemerintah untuk melindungi agar warga negara Indonesia terhindar dari virus mematikan tersebut.
Ditegaskan Simon, Dinas Kesehatan Barito Timur berupaya semaksimal mungkin melakukan antisipasi kemungkinan masuknya virus corona baru ke Kabupaten Barito Timur.
Langkah awal yang dilakukan yakni pemesanan masker untuk masyarakat dan pakaian khusus untuk tenaga medis. Selain itu penyiapan ruang isolasi pada RSUD Tamiang Layang, sebagai ruang penanganan jika ada pasien pengidap corona.
Masyarakat diimbau tidak khawatir secara berlebihan terkait virus corona baru, sebab warga Barito Timur maupun WNI lainnya yang dipulangkan dicek kesehatan terlebih dahulu. Selain itu, dilakukan evakuasi dan masuk karantina untuk memastikan kesehatannya.
"Jika ada yang tertular virus corona, maka Pemerintah Cina akan melakukan perawatan hingga pasien sembuh. Setelah sembuh, baru bisa dipulangkan ke negara pasien," terangnya.
Sebelum kembali ke kampung halaman pun, lanjut Simon, para WNI juga harus mengikuti karantina hingga selesai. Jika negatif mengidap virus corona, baru akan dikembalikan ke keluarga.
Pewarta : Habibullah
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Barito Timur
Lihat Juga
Bupati Bartim tandatangani verifikasi IPPR dan RDTR di Kementerian ATR/BPN
12 February 2026 22:34 WIB
Musrenbangcam Patangkep Tutui hasilkan 50 usulan prioritas pembangunan 2027
12 February 2026 16:56 WIB
Penghargaan ke PT Bartim Coalindo berpolemik, BPBD Damkar Bartim minta maaf
11 February 2026 16:45 WIB
Perkuat dasar perencanaan anggaran 2027, Pemkab Bartim susun SHS dan HSPK
09 February 2026 13:37 WIB
Bupati Bartim ingin kolam renang Patianom dikelola secara efektif dan berkesinambungan
05 February 2026 17:22 WIB