Pemkot programkan sekolah berkunjung guna tingkatkan budaya baca
Selasa, 4 Februari 2020 9:26 WIB
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, Norma Hikmah (kiri) saat memeriksa koleksi buku di perpustakaan daerah di Palangka Raya (ANTARA/Rendhik Andika)
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, memprogramkan sekolah berkunjung ke perpustakaan sebagai upaya peningkatan budaya baca dan literasi kepada para siswa.
"Kami bersurat ke seluruh sekolah agar nantinya secara rutin dan bergiliran pihak sekolah memprogramkan kunjungan ke perpustakaan daerah yang dikelola pemerintah kota. Hal ini dalam rangka meningkatkan budaya baca dan literasi anak-anak didik kita," kata Kepala DPK Kota Palangka Raya Norma Hikmah di Palangka Raya, Senin.
Selain itu kunjungan sekolah ke perpustakaan daerah juga sebagai upaya memasyarakatkan salah satu kawasan yang menjadi pusat ilmu pengetahuan karena menyediakan banyak referensi dan solusi bagi masyarakat.
Baca juga: Tingkatkan budaya baca, Palangka Raya programkan perpustakaan digital
Pihaknya pun juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah guna mendorong peningkatan literasi dan budaya baca terutama di kalangan anak-anak dan siswa.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Palangka Raya Lili Hadianie menambahkan dalam rangka peningkatan layanan dan sebagai upaya peningkatan budaya baca dan literasi pihaknya juga mulai mengoperasionalkan perpustakaan digital.
"Melalui perpustakaan digital ini kami juga berharap masyarakat yang memiliki rutinitas kegiatan yang tinggi tetap mudah mencari referensi berupa bahan bacaan yang sudah didigitalisasi," katanya.
Baca juga: Perpustakaan harus hadir untuk menjawab keingintahuan masyarakat
Perpustakaan digital ini juga sebagai upaya mewujudkan Kota Palangka Raya kota 'smart environment, smart society dan smart economy' melalui peningkatan budaya baca dan literasi. Perpustakaan digital tersebut setidaknya 6.000 judul buku siap menemani aktifitas masyarakat di berbagai daerah.
"Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai kategori baik buku fiksi dan non fiksi seperti buku agama, penelitian ilmiah, buku cerita anak, kamus, cerpen, novel serta berbagai kategori buku lain yang telah di digitalisasi," katanya.
Dia menerangkan, perpustakaan digital itu dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah dengan menggunduh aplikasi di google play store dengan nama aplikasi "ePusda Kota Palangkaraya".
"Memang perpustakaan digital itu belum di luncurkan secara resmi. Namun dalam praktiknya perpustakaan digital ini sudah dapat diakses. Saat ini program ini terus kami lakukan evaluasi dan peningkatan sembari menunggu peluncuran resmi," katanya.
Baca juga: Perpustakaan digital terbukti mampu tingkatkan minat baca di Kalteng
Baca juga: Ternyata peminat bazar 'buku murah' di Kalteng cukup tinggi
"Kami bersurat ke seluruh sekolah agar nantinya secara rutin dan bergiliran pihak sekolah memprogramkan kunjungan ke perpustakaan daerah yang dikelola pemerintah kota. Hal ini dalam rangka meningkatkan budaya baca dan literasi anak-anak didik kita," kata Kepala DPK Kota Palangka Raya Norma Hikmah di Palangka Raya, Senin.
Selain itu kunjungan sekolah ke perpustakaan daerah juga sebagai upaya memasyarakatkan salah satu kawasan yang menjadi pusat ilmu pengetahuan karena menyediakan banyak referensi dan solusi bagi masyarakat.
Baca juga: Tingkatkan budaya baca, Palangka Raya programkan perpustakaan digital
Pihaknya pun juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah guna mendorong peningkatan literasi dan budaya baca terutama di kalangan anak-anak dan siswa.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Palangka Raya Lili Hadianie menambahkan dalam rangka peningkatan layanan dan sebagai upaya peningkatan budaya baca dan literasi pihaknya juga mulai mengoperasionalkan perpustakaan digital.
"Melalui perpustakaan digital ini kami juga berharap masyarakat yang memiliki rutinitas kegiatan yang tinggi tetap mudah mencari referensi berupa bahan bacaan yang sudah didigitalisasi," katanya.
Baca juga: Perpustakaan harus hadir untuk menjawab keingintahuan masyarakat
Perpustakaan digital ini juga sebagai upaya mewujudkan Kota Palangka Raya kota 'smart environment, smart society dan smart economy' melalui peningkatan budaya baca dan literasi. Perpustakaan digital tersebut setidaknya 6.000 judul buku siap menemani aktifitas masyarakat di berbagai daerah.
"Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai kategori baik buku fiksi dan non fiksi seperti buku agama, penelitian ilmiah, buku cerita anak, kamus, cerpen, novel serta berbagai kategori buku lain yang telah di digitalisasi," katanya.
Dia menerangkan, perpustakaan digital itu dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah dengan menggunduh aplikasi di google play store dengan nama aplikasi "ePusda Kota Palangkaraya".
"Memang perpustakaan digital itu belum di luncurkan secara resmi. Namun dalam praktiknya perpustakaan digital ini sudah dapat diakses. Saat ini program ini terus kami lakukan evaluasi dan peningkatan sembari menunggu peluncuran resmi," katanya.
Baca juga: Perpustakaan digital terbukti mampu tingkatkan minat baca di Kalteng
Baca juga: Ternyata peminat bazar 'buku murah' di Kalteng cukup tinggi
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Kapuas ajak umat Islam ambil hikmah peringatan Isra Mikraj
28 January 2025 14:06 WIB, 2025
Penjabat Bupati Bartim sebut kunjungan Presiden ke Barito Timur membawa hikmah
28 June 2024 7:04 WIB, 2024
Masyarakat Barsel diajak tingkatkan semangat gotong royong majukan daerah
28 November 2023 15:36 WIB, 2023
Legislator Barsel dukung kick off penandatanganan kontrak pada awal tahun
18 January 2023 15:10 WIB, 2023
Legislator Barsel: Literasi digital perlu terus ditanamkan kepada masyarakat
09 December 2022 14:27 WIB, 2022
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
Program Posyandu berbasis komunitas Alfamart jangkau 30 ribu anak sepanjang 2025
29 January 2026 15:08 WIB
DPRD Palangka Raya usul keterlibatan akademisi dalam penanganan lingkungan
29 January 2026 13:28 WIB