Ini aplikasi untuk hindari virus corona
Selasa, 4 Februari 2020 16:12 WIB
Ilustrasi - Pengguna smartphone (istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Penduduk China memanfaatkan aplikasi di gawai mereka untuk mendeteksi lingkungan di sekitar mereka yang terdapat virus corona sehingga mereka bisa menghindari daerah tersebut.
Dikutip dari Reuters, perusahaan yang bergerak di bidang pemetaan QuantUrban mencakup informasi di sembilan kota di provinsi Guangdong, sementara aplikasi ketiga buatan pengembang untuk WeChat, YiKuang, mencakup kota Shenzhen dan Guangzhou di provinsi tersebut.
"Kami ingin menampilkan informasi tersebut di peta sehingga pengguna bisa melihat distribusi titik-titik epidemik secara lebih intuitif dan mengingatkan orang untuk perlindungan yang cukup," kata CEO QuantUrban, Yuan Xiaohui.
Baca juga: China nyatakan 632 orang sembuh dari virus corona
Kedua aplikasi tersebut menampilkan lokasi mana saja yang memiliki kasus corona positif. Di Shenzen, kasus wabah corona meningkat menjadi 245 per Senin (3/2).
QuantUrban memiliki relawan untuk memperbarui informasi tentang corona berdasarkan data terbaru dari pemerintah. Begitu juga dengan YiKuang, mereka juga memiliki relawan untuk memperbarui informasi di peta.
Salah seorang mahasiswa bernama Steven menyatakan aplikasi seperti itu membantunya untuk mengetahui lokasi yang sudah memiliki kasus corona.
"Kalau saya tahu ada orang yang sakit, saya bisa ambil langkah untuk lebih hati-hati," kata dia.
Media milik negara CCTV dan People's Daily juga masing-masing mendukung penggunaan aplikasi yang mirip untuk mengetahui apakah bus, kereta atau pesawat yang ditumpangi pernah diisi oleh pasien corona.
Baca juga: 56 hoaks terkait virus corona
Baca juga: Benarkah virus corona lebih rentan menyerang pria?
Baca juga: Virus corona dapat menular lewat makanan?
Dikutip dari Reuters, perusahaan yang bergerak di bidang pemetaan QuantUrban mencakup informasi di sembilan kota di provinsi Guangdong, sementara aplikasi ketiga buatan pengembang untuk WeChat, YiKuang, mencakup kota Shenzhen dan Guangzhou di provinsi tersebut.
"Kami ingin menampilkan informasi tersebut di peta sehingga pengguna bisa melihat distribusi titik-titik epidemik secara lebih intuitif dan mengingatkan orang untuk perlindungan yang cukup," kata CEO QuantUrban, Yuan Xiaohui.
Baca juga: China nyatakan 632 orang sembuh dari virus corona
Kedua aplikasi tersebut menampilkan lokasi mana saja yang memiliki kasus corona positif. Di Shenzen, kasus wabah corona meningkat menjadi 245 per Senin (3/2).
QuantUrban memiliki relawan untuk memperbarui informasi tentang corona berdasarkan data terbaru dari pemerintah. Begitu juga dengan YiKuang, mereka juga memiliki relawan untuk memperbarui informasi di peta.
Salah seorang mahasiswa bernama Steven menyatakan aplikasi seperti itu membantunya untuk mengetahui lokasi yang sudah memiliki kasus corona.
"Kalau saya tahu ada orang yang sakit, saya bisa ambil langkah untuk lebih hati-hati," kata dia.
Media milik negara CCTV dan People's Daily juga masing-masing mendukung penggunaan aplikasi yang mirip untuk mengetahui apakah bus, kereta atau pesawat yang ditumpangi pernah diisi oleh pasien corona.
Baca juga: 56 hoaks terkait virus corona
Baca juga: Benarkah virus corona lebih rentan menyerang pria?
Baca juga: Virus corona dapat menular lewat makanan?
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berikut penjelasan RSUD Tamiang Layang terkait meninggalnya warga terkonfirmasi positif COVID-19
03 September 2022 21:42 WIB, 2022
Obat oral COVID-19 Pfizer untuk penggunaan darurat kantongi izin BPOM
23 August 2022 10:46 WIB, 2022
Pemberian dosis penguat kedua untuk nakes dinilai sebagai langkah tepat
31 July 2022 21:13 WIB, 2022
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB